Ini Dia Alasan Beberapa Perempuan Tak Mau Memiliki Anak

Biasanya, perempuan yang telah menikah ingin sekali memiliki momongan. Namun tak dapat dipungkiri bahwa banyak juga perempuan yang ingin menunda bahkan tidak ingin memiliki anak. Hal ini memang masih asing di telinga kita, tetapi mereka juga punya alasan kuat terkait hal itu. Nah, apa sajakah alasan mereka?
 
1. “Karier saya sedang bagus-bagusnya di kantor” – N, Marketing
Alasan ini sering digunakan oleh perempuan terkait keinginan mereka untuk tidak punya anak atau menunda anak. Mereka merasa bahwa karier mereka sedang bagus-bagusnya, dan dengan memiliki anak, hal itu dapat mengganggu konsentrasi mereka dalam berkarier. Mereka juga bingung akan menitipkan anak ke siapa saat sedang bekerja.
 
2. “Saya masih ingin kuliah lagi” – A, copywriter
Banyak perempuan yang tidak ingin memiliki anak langsung setelah menikah karena mereka masih ingin kuliah lagi, biasanya S2. Kuliah menurut mereka menuntut konsentrasi lebih dan hal ini akan terbengkalai apabila mereka memiliki anak. Keinginan untuk kuliah lagi ini didasari banyak hal. Kebanyakan tentunya karena ingin mengejar karier yang lebih baik.
 
3. “Mengurus anak melelahkan” – C, pengusaha
Bila perempuan dengan alasan ingin kuliah atau bekerja lagi biasanya masih mau memiliki anak (walau entah kapan), perempuan yang menggunakan alasan ini biasanya tidak mau punya anak. Mereka membayangkan kalau punya anak pastilah melelahkan dan membuat mereka kehilangan kebahagiaan. Mereka lebih memilih berfokus pada diri sendiri dan pasangan.
 
4. “Keuangan kami belum stabil”, T, pegawai pemerintahan
Mengurus anak identik dengan bertambahnya pula beban keuangan. Hal ini tidak salah, mengingat banyak hal yang diperlukan seorang anak: popok, makanan,baju, belum lagi apabila dia masuk ke usia sekolah. Bagi suami istri yang keuangannya belum stabil, hal ini cukup berat. Oh ya, belum lagi ditambah dengan biaya persalinan. 
 
5. “Sudah terlalu banyak manusia di muka Bumi ini” – R, pekerja di yayasan sosial
Ada juga perempuan yang punya alasan ini. Mereka merasa bahwa tidak perlu lagi menambah makhluk hidup di Dunia karena populasi manusia sudah banyak. Mereka pikir, menikah tanpa anak berarti mengurangi populasi manusia dan mengurangi kepadatan penduduk.
 
6. “Aku tidak punya insting maternal” – D, pekerja lepas
Nah, alasan ini juga banyak digunakan oleh perempuan. Mereka mau menikah dan berbagi hidup dengan orang yang mereka sayangi, tetapi mereka merasa tidak pantas menjadi seorang ibu. Mereka merasa tidak akan bisa mengurus anak dengan baik dan hal itu akan berdampak buruk pada anak.
 
Punya atau tidak punya anak, semua kembali pada pilihan masing-masing perempuan. Yang terpenting, ada kesepakatan dengan pasangan dan jangan sampai prinsip ini nantinya akan menimbulkan keributan bahkan perceraian.
 
By : Intan_Hawa
Dapatkan informasi seputar tips kesehatan, kehamilan dan seputar dunia wanita dengan mendownload aplikasi Hawa. Atur juga jadwal menstruasi dan masa subur dalam kalender pintar Hawa. Hawa, Sahabat Terbaikmu
 
copy-of-ads169410459

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s