Sunat Pada Bayi Perempuan, Bagaimana Tanggapan Medisnya?

Sahabat Hawa, Di Indonesia, orang-orang menganggap sunat sebagai tindakan wajib dari agama dan bagian dari tradisi. Mayoritas Muslim di Indonesia menganut mazhab Syafii yang mewajibkan sunat bagi anak laki-laki dan perempuan. Pada 2006 pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan mencoba melarang praktik medikalisasi sunat perempuan. 
 
Namun para ulama bereaksi dengan mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa sunat perempuan merupakan bagian dari praktik keagamaan. Pada 2010, Kementerian Kesehatan Indonesia mengeluarkan peraturan yang mengizinkan petugas medis melakukan perlukaan di genital bayi perempuan.
 
Menurut dr. Rico. N dari alodokter.com Sunat pada perempuan adalah suatu tindakan yang sebenarnya sangat kontroversial, dilakukan biasanya pada kepercayaan atau kebudayaan tertentu. Akan tetapi jika ditinjau dari sisi medis, dengan tegas dikatakan bahwa prosedur ini tidak membawa manfaat kesehatan apapun dan justru berpotensi merugikan (no health benefit, just harm). WHO menyatakan bahwa sunat pemerpuan termasuk dalam FGM (female genital mutilation / mutilasi genital wanita).
 
 
Hingga saat ini saya kira tidak pernah ada bukti medis bahwa sunat perempuan memiliki dampak positif bagi kesehatan, justru memiliki resiko seperti :
 
-infeksi
-gangguan fungsi seksual, seperti kesulitan mencapai orgasme saat hubungan seksual dan dispareuni / nyeri saat melakukan hubungan seksual
 
Demikian pula ada berbagai standar yang berbeda dan tidak jelas mengenai sperti apa sunat tersebut dilakukan, ada yang hanya membuang kulit klitoris, membuang sebagian atau seluruh klitoris, sampai pada menjahit kemaluan wanita dan menyisakan hanya lubang untuk menstruasi dan buang air kecil, atau hanya sedikit melukai kulit klitoris, secara umum praktek ini dibagi menjadi beberapa tipe seperti di gambar di bawah ini : Jadi pada prinsipnya secara medis, sunat perempuan sama sekali tidak dianjurkan. 
 
Sedangkan FGM dari situs WHO, menyatakan bahwa FGM adalah segala macam tindakan yang dilakukan dengan sengaja tanpa indikasi medis untuk mengubah atau melukai  genitalia wanita, jadi sunat perempuan menurut WHO digolongkan sebagai FGM. sunat perempuan butuh banyak pertimbangan Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.
fhawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s