Menghadapi Balita yang Emosian? Begini Caranya!

Tak hanya orang dewasa, anak kecil juga bisa marah, lho bunda. Memang beberapa anak memiliki sikap dan watak yang berbeda, seperti  ada anak yang pendiam ada juga yang agresif. Banyak juga anak yang mudah rewel, tidak bisa diajak berbicara lembut dan suka sekali  berteriak serta mudah ngambek. Nah, sebagai orangtua tentunya bunda harus sabar menghadapi anak yang mudah marah alias emosian. Selain itu ada juga tipikal anak yang sulit dan akan rewel bila bertemu dengan orang yang tak dikenal. Biasanya jika anak memiliki tempramen sulit dan tak mudah menyesuaikan diri terhadap lingkungan, hal tersebut bisa disebabkan oleh faktor genetik. Lalu bagaimana cara mengatasinya?
 
 
 
1. Alihkan Perhatian Anak 
 
Anak usia di bawah 5 tahun atau balita masih bisa dialihkan perhatiannya sehingga dia lupa akan emosi dan kekesalannya. Apa yang harus dillakukan? Pertama, bunda bisa mengajaknya berjalan-jalan atau membelikan ia makanan atau mainan yang ia suka. Selain itu, anak-anak balita sangat menyukai film kartun atau tontonan yang membuat menarik perhatiannya. Nah, bunda bisa menunjukkan tontonan yang ia suka pada gadget, untuk mengalihkan emosinya. Tapi ingat, jangan terlalu sering diberi gadget yah, bun. 
 

 
 
 
2. Bersikap Sabar
 
Sebagai ibu yang memiliki anak kecil memang harus ekstra sabar menghadapi kemauan anak yang bermacam-macam. Saat Si kecil ngambel atau emosi, sebaiknya bunda jangan sampai terprovokasi dan harus tetap bersabar. Terlebih dahulu ketahui penyebab Si kecil marah, dan kemudia temukan solusi yang terbaik. Selain itu ada juga anak kecil yang ketika emosi akan reda sendiri, jika bunda diamkan alias tidak menanggapi kerewelannya, lho. 
 

 
3. Beri Nasihat yang Baik
 
Mengajarkan anak untuk bersikap baik dan menghormati orang lain harus ditanamkan sejak dini lho, bunda. Disaat Si kecil rewel coba untuk mengatakan kata-kata yang baik, misalnya “Adek, kalau mau jadi anak pintar dan sholeh nggak boleh cepat marah dan nangis”. Meski anak belum terlalu mengerti ketika dinasihati, namun hal itu akan tertanam di dalam dirinya hingga ia dewasa nanti. 
 

 
4. Jangan Memukul
 
Memarahi anak dengan menggunakan cara fisik seperti memukul atau mencubit, secara tidak langsung akan mengajarkan Si kecil bahwa bersikap kasar boleh dilakukan. Nah, jika anak sering dipukul, maka ketika besar nanti ia akan tumbuh menjadi anak yang lebih emosional dan kasar. Duh, tidak mau kan bun? 
 

 
 
Selain itu sebagai orang tua juga harus menjalin komunikasi secara baik dengan Si kecil. Nah, Bunda hawa ada yang memiliki anak yang mudah emosian? Share di sini yuk! 
 
 
VN-Hawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s