Setelah Sperma Masuk Apa Sih Yang Terjadi Didalam?

Sahabat Hawa, Kamu pasti sering bertanya-tanya apa sih yang terjadi setelah sperma masuk kedalam rahim wanita ? Saat mencapai orgasme, pria mengeluarkan cairan mani yang kaya akan sperma. Cairan ini melesat ke dalam rahim mencari jalan untuk bertemu dengan sel telur. Kontraksi lembut pada rahim membantu sperma dalam saluran reproduksi wanita hingga mencapai sel telur. Sperma-sperma akan melakukan perjalanan sepanjang kurang lebih 18 cm dari leher rahim ke tuba falopi, yaitu lokasi sel telur berada. 
 
Sperma pertama yang bertemu dengan sel telur akan berusaha menembus cangkang sel telur agar terjadi pembuahan. Umumnya sperma-sperma ini dapat berenang dengan kecepatan 2,5 cm tiap 15 menit. Sebagian sperma dapat menghabiskan waktu setengah hari untuk mencapai tujuan. Waktu paling cepat sperma mencapai sel telur dalam waktu 45 menit.
 
 
Pembuahan harus terjadi dalam waktu 24 jam setelah sel telur dihasilkan. Setelah salah satu sperma berhasil menembus sel telur, maka sel telur akan berubah bentuk dan membentuk lapisan sehingga sperma lain tidak bisa menembus masuk. Inilah yang disebut proses pembuahan, dan akan berlanjut menjadi proses kehamilan.
 
Namun, jika sperma tidak juga menemukan sel telur untuk dibuahi, mereka dapat tetap bertahan dalam tuba falopi hingga tujuh hari setelah hubungan seksual. Jika dalam tujuh hari tersebut wanita mengalami ovulasi, maka masih ada kemungkinan akan terjadi pembuahan dan kehamilan. Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari salah satu indung telur di dalam rahim untuk dibuahi oleh sperma.
 
Setelah Sel Telur Dibuahi
Setelah proses pembuahan, materi genetik dalam sperma dan sel telur yang telah dibuahi atau zigot berkombinasi membentuk sel-sel baru. Sel-sel yang terbentuk kemudian akan menuruni tuba falopi menuju rahim.
 
Dalam perjalanan menuju rahim, sel-sel tersebut terus membelah diri hingga menjadi lebih dari 100 sel saat tiba di rahim, menjadi embrio.  Kehamilan baru akan terjadi ketika embrio telah menanamkan diri pada dinding rahim untuk kemudian berkembang.  Proses ini disebut implantasi.
 
 
Sebagian wanita mengalami pendarahan ringan saat implantasi, yaitu sekitar 1-2 hari. Saat dinding rahim menguat, leher rahim juga tertutup dengan cairan, sehingga menjadi tempat yang layak sebagai tempat bayi berkembang.
 
Waspada! 
Ada kalanya terjadi kehamilan ektopik, yaitu ketika sel telur yang telah dibuahi tertanam di luar rahim, contohnya di tuba falopi. Kondisi ini merupakan kondisi gawat yang memerlukan penanganan medis segera.  Kehamilan ektopik sering ditandai dengan nyeri perut, pendarahan dan nyeri pada bahu.
fhawa
 
Dapatkan informasi seputar tips kesehatan, kehamilan dan seputar dunia wanita dengan mendownload aplikasi Hawa. Atur juga jadwal menstruasi dan masa subur dalam kalender pintar Hawa. Hawa, Sahabat Terbaikmu
 
copy-of-ads169410459

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s