Bayi Susu Formula Lebih Rentan Obesitas, Ini Penjelasannya

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, sehingga para ibu disarankan untuk memberi bayinya ASI saja selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun, beberapa bayi pun kadang sudah diberi susu formula sejak dini karena berbagai alasan. Anda mungkin harus hati-hati, karena pemberian susu formula pada bayi ternyata dapat membuat bayi kelebihan berat badan.  Tidak hanya di masa bayinya, tapi juga bisa berdampak sampai ia tumbuh dewasa. 
 
 
 
 
Dilansir dari laman The Guardian, penelitian membuktikan bahwa bayi susu botol bisa menjadi obesitas di saat dewasa. Setidaknya sebanyak 20% obesitas pada orang dewasa disebabkan oleh kelebihan makan di masa bayi, seperti yang dikatakan oleh Profesor Atul Singhal dari MRC Childhood Nutrition Research Centre di Institute of Child Health di London.
Mengapa bayi susu formula bisa kelebihan berat badan dibanding bayi ASI?
 
Ternyata memang ada banyak alasan yang bisa menjelaskan mengapa bayi susu formula atau bayi botol susu bisa mengalami kelebihan berat badan.
 
1. Formula lebih mudah dikonsumsi bayi
Bayi botol susu lebih rentan mengalami kelebihan makan karena ia akan menelan semua susu yang diberikan melalui botol dengan mudah. Susu yang diberikan mungkin lebih dari yang ia butuhkan, sehingga hal ini dapat meningkatkan nafsu makannya di kemudian hari. Sedangkan, bayi ASI harus lebih bekerja keras untuk mendapatkan ASI. Ia juga lebih mampu untuk membatasi sendiri asupan ASI yang ia isap dari payudara ibu, sehingga ia lebih bisa mengontrol nafsu makannya.
 
2. Susu formula mengandung protein dan lemak lebih banyak
dilihat dari kandungannya, susu formula mengandung tinggi protein, tinggi lemak, dan tinggi gula. Hal ini tentu dapat membuat bayi susu formula lebih mudah mengalami kelebihan asupan kalori, sehingga lebih mudah mengalami kenaikan berat badan.
 
 
Bayi susu formula bisa mengonsumsi sekitar 70% protein lebih banyak dibandingkan bayi ASI pada usia 3-6 bulan. Hal ini tidak baik karena asupan protein yang sangat tinggi dapat merangsang pelepasan hormon insulin yang lebih banyak. Akibatnya, terjadi penumpukan lemak yang lebih banyak dalam tubuh bayi.
 
3. Susu formula bisa meningkatkan nafsu makan bayi
Bayi susu formula bisa menjadi kurang sensitif terhadap leptin di kemudian hari. Leptin merupakan hormon yang mengatur nafsu makan dan lemak tubuh. Kurangnya sensitivitas tubuh terhadap leptin dapat membuat nafsu makan bayi menjadi besar, sehingga makan berlebih. Pada akhirnya, hal ini menyebabkan bayi mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
 
Menyusui bayi ASI diyakini dapat memberikan dampak positif pada kadar leptin selama masa bayi dan balita. Hal ini membuat bayi lebih mengenal kondisi “lapar dan kenyang” dalam tubuhnya, sehingga ia bisa mengatur sendiri asupan makannya agar tidak berlebihan.
 
Nah, sahabat itulah beberapa alasan mengapa susu formula lebih menggemukan. Meski begitu ini mungkin tidak terjadi pada setiap bayi, namun jika anakmu mengonsumsi sufor ada baiknya jika rutin berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan pkesehatan dan tumbuh kembangnya. Semoga Si kecil sehat ya 🙂
fhawa
 
Dapatkan informasi seputar tips kesehatan, kehamilan dan seputar dunia wanita dengan mendownload aplikasi Hawa. Atur juga jadwal menstruasi dan masa subur dalam kalender pintar Hawa. Hawa, Sahabat Terbaikmu
 
copy-of-ads169410459

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s