Daftar Pemeriksaan Wajib Setelah Melahirkan Secara Normal

Setelah melahirkan secara normal, tentunya dokter akan memberikan jadwal untuk kamu melakukan serangkaian pemeriksaan. Nah, kamu enggak boleh mengabaikannya ya bunda. Seperti 5 pemeriksaan pasca persalinan di bawah ini yang akan bunda lakukan pasca persalinan. 
 
1. Periksa Perineum
 
Satu minggu pasca persalinan, dokter akan memeriksa perineum, apakah mengalami infeksi atau tidak.
Tanda terjadi infeksi bila:
1. Ada cairan lain, selain lokia, berwarna putih dan berbau tak sedap.
2. Perineum terlihat bengkak dan merah.
Jika terjadi, dokter akan memberikan antibiotika dan menganjurkan Anda merawat luka dengan cara bath seat, yakni berjongkok atau duduk, kemudian membasuh bekas luka dengan cairan antiseptik.
 
2. Membersihkan Perineum 
 
1. Cuci tangan sebelum mengganti pembalut.
2. Bersihkan perineum dengan air hangat setelah buang air. Hati-hati suhu air jangan terlalu tinggi karena membuat perineum nyeri.
3. Bersihkan dengan handuk bersih, tepuk-tepuk perlahan. Selalu bersihkan dari arah vagina ke anus agar bakteri dari rectum/anus tidak terbawa ke vagina.
 
Enam MINGGU
Selama enam minggu masa nifas umumnya sudah selesai dan dokter kandungan akan melakukan serangkaian pemeriksaan.
Berat Badan: umumnya, berat badan seorang ibu pasca-persalinan sudah berkurang 3,5 – 4 kilogram.
Tekanan darah: apakah telah kembali normal, yaitu 120/80 mm/Hg.
 
Kondisi payudara: apakah ada sumbatan pada saluran ASI, apakah puting tidak melesak ke dalam? Apakah terjadi infeksi payudara (mastitis) sehingga terasa bengkak, merah dan lebih lembut. Beberapa dokter tidak melakukan pemeriksaan langsung, namun menanyakan kelancaran proses laktasi. Jangan ragu konsultasikan masalah Anda selama pemeriksaan.
 
Pemeriksaan panggul: apakah ukuran rahim telah normal kembali? Apakah mulut leher rahim (serviks) telah menutup? Apakah masih ada sisa-sisa plasenta di dalam rahim yang dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi. Apakah episotomi (jahitan pada perineum) telah sembuh?
 
 
3. Infeksi Rahim
 
Rahim bisa juga mengalami infeksi akibat proses persalinan yang tidak memenuhi standar kebersihan.
Untuk memastikan rahim tidak terinfeksi, dokter akan melakukan pemeriksaan yang diawali dengan pertanyaan berikut:
1. Apakah keluar cairan berwarna putih kekuningan?
2. Apakah Anda demam?
3. Apakah ada rasa nyeri di bagian rahim?
Bila ketiganya dijawab “ya”, artinya Anda mengalami infeksi, dan dokter akan memberi pengobatan antibiotika.
 
4. Konstipasi
 
Biasa terjadi 1 – 2 minggu setelah persalinan. Bila setelah 6 minggu pasca persalinan tetap terjadi konstipasi, perbanyak konsumsi air dan makanan berserat, seperti sayur dan buah. Jika tidak membantu, konsultasikan pada dokter saat pemeriksaan. Anda mungkin akan diberi obat pencahar.
 
5. Konseling Kontrasepsi
 
Bagi sahabat hawa yang tak menyusui, haid pertama biasanya datang 5 – 8 minggu setelah persalinan. Untuk menghindari kehamilan, bicarakan tentang alat kontrasepsi mana yang paling cocok untuk Anda. Bagi Anda yang menyusui eksklusif, aktivitas ini bisa dijadikan metode kontrasepsi alami asalkan memenuhi 3 syarat berikut:
1. Bayi belum berusia 6 bulan.
2. Ibu belum haid lagi.
3. Bayi menyusu secara eksklusif.
 
 
 
Sumber:Parenting.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s