Ini Kode-Kode Produk Kecantikan yang Perlu Kamu Tahu

Saat membeli sebuah produk kecantikan dan perawatan kulit, tak banyak dari kita yang betul-betul memahami semua hal yang tertera di sana. Sebagian besar bahkan hanya memahami cara penggunaan, dan juga zat yang diunggulkan oleh produk.
 
Padahal, saat membeli produk kecantikan, seharusnya kita memahami makna label-label lain supaya kita tidak membeli produk yang ternyata tak sesuai dengan ysng kita inginkan dan juga tidak bermanfaat. Nah, apa sajakah hal-hal tersebut?
 
1. Pengaturan komposisi

 
Semua produk kecantikan yang telah terdaftar di BPOM harus mengikuti rumus penulisan komposisi sesuai dengan aturan. Bahan yang paling pertama ditulis adalah bahan yang paling banyak digunakan. Sementara itu, bahan yang paling akhir, adalah bahan yang paling sedikit digunakan. Intinya, semakin awal proses penulisan bahan, semakin banyak kandungan bahan tersebut dalam produk.
 
Banyak produk yang mengklaim bahwa mereka kaya akan susu, madu, dan bahan alami lainnya. Tetapi, lihatlah komposisi dari bahan tersebut. Apakah bahan-bahan unggulan itu berada di bagian-bagian pertama komposisi, ataukah malah berada di bagian belakang. Banyak produk yang komposisi unggulannya justru di bagian belakang, yang artinya, kandungannya sangat sedikit, bahkan hampir tak ada manfaat bahan-bahan alami tersebut sama sekali
 
2. Animal Tested

Produk dengan tulisan animal-tested adalah produk yang diujicobakan pada binatang, biasanya mamalia seperti tikus atau pun kelinci. Mengapa menggunakan mamalia, tentu saja karena mamalia dianggap punya gen yang lebih mendekati manusia, sehingga bila ada alergi atau dampak buruk, dapat segera dicari tahu penyebabnya.
 
Meski begitu, banyak yang mengkritik cara ini. Selain karena dianggap menyakiti hewan, produk yang dalam penelitiannya membahayakan hewan dianggap punya kandungan yang riskan, bahkan setelah animal tested sekali pun.
 
3. Dermatological Tested

Dermatological testes memiliki makna bahwa produk tersebut telah diuji oleh dokter kulit kepada kulit pasien manusia, dan hal ini dianggap membuktikan bahwa produk tersebut tidak berbahaya. Meski begitu, tidak semua kulit bisa menerima produk yang mengklaim dirinya telah teruji secara dermatologis. Karena, kita tidak tahu kulit jenis apa yang dites dalam uji ini.
 
4. Gambar siklus

Beberapa produk kecantikan menggunakan gambar bak siklus seperti di atas. Nah, gambar itu memiliki arti bahwa kemasan produk ini menggunakan konsep daur ulang. Biasanya, yang menggunakan gambar ini adalah produk-produk dengan konsep ramah lingkungan, seperti Body Shop yang memang mendaur ulang kemasan-kemasannya. 
 
 
Pastinya kamu pernah melihat kode-kode seperti di atas bukan? 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s