Perjanjian Pranikah, Penting Nggak Buat Kamu?

Bagi masyarakat Indonesia, perjanjian pranikah masih dianggap tabu dan belum banyak pasangan yang mau menggunakannya. Masyarakat masih menganggap, perjanjian pranikah adalah sesuatu yang berlebihan dan kesannya tidak percaya kepada pasangan. Padahal perjanjian pranikah ini dicatat dalam undang-undang dan bermanfaat bagi kedua pasangan yang ingin menikah. 
 
Perjanjian pranikah nantinya akan berguna jika terjdi perceraian atau kematian di kemudian hari.
Tentunya perjanjian pranikah ini untuk berjaga-jaga jika kemungkinan terburuk terjadi. Seperti pasangan berselingkuh, meninggaal, atau terlibat masalah ekonomi. 
 
Nah, apa saja sih isi perjanjian pranikah itu? 
 
 
1. Pembahasan Mengenai Harta
 
Seperti yang diketahui, jika menyangkut soal uang, akan menjadi lebih sensitif. Oleh karena itu, dalam pembuatan perjanjian pra-nikah pasangan harus mencantumkan hal yang berhubungan dengan harta pribadi. Di dalam perjanjian dapat dijelaskan mengenai pembagian harta, mulai dari pemisahan penghasilan, penentuan harta setelah bercerai ataupun salah satu pasangan meninggal.
 

 
 
2. Hal yang Berhubungan dengan Hak dan Kewajiban
 
Pasangan dapat menuliskan apapun yang diinginkan dalam pernikahan pada perjanjian pranikah. Hak dan kewajiban suami istri dapat dituangkan dalam perjanjian. Contohnya, istri masih boleh bekerja setelah menikah dengan syarat tidak menghilangkan tanggung jawabnya sebagai ibu. Bisa juga diatur mengenai hal-hal sepele, seperti siapa yang akan memilih sekolah anak sampai mengurus rumah tangga. Semua yang dirasa perlu untuk dimasukkan ke dalam perjanjian bisa dicantumkan selama masih disepakati oleh pasangan dan tidak melanggar batas hukum.
 
3. Masalah Anak
 
Perjanjian pra-nikah juga bisa membahas mengenai hak asuh anak apabila terdapat perceraian. Misalnya, apabila salah satu pasangan selingkuh maka hak asuh anak akan beralih kepada pasangan yang tidak berselingkuh. Dalam perjanjian pra-nikah dapat juga dituliskan mengenai cara pengasuhan anak hingga biaya pendidikan anak.
 
 

 
 
Adapun Syarat-syarat perjanjian pranikah meliputi: 
 
1. Dibuat sebelum pernikahan
2. Berisi hal-hal yang tidak melanggar hukum agama dan kesusilaan
3. Disepakati kedua pasangan 
4. Disahkan notaris 
5. Dicatatkan Kantor Urusan Agama (KUA) bagi pasangan yang beragama islam dan di Kantor catatan sipil bagi non muslim. 
 
Nah, menurut sahabat Hawa perjanjian pranikah ini penting banget nggak?
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: Kantorpengacara.co

Satu pemikiran pada “Perjanjian Pranikah, Penting Nggak Buat Kamu?

  1. Kaum adam boleh kut komen nggak? Hehehe

    Klo boleh saya ingin mengutakan pandangan saya mengenai perjanjia pra nikah. Menurut ku itu sah sah saja asal kedua belah pihak saling setuju. Seperti yg di sampaiakn pada postingan bahwa di indonesia hal itu masih dianggap tabu. Jadi nggak semua orang mau melakukan hal itu.

    Tanpa menyangkal isi postingan krna di awal komen saya sudah mmgatakan setuju, dan memang saya setuju bagi mereka yg berkenann. Namun bagi saya pribadi, saya termasuk tidak mau melakukan bukan karna beda pendapat. Tapi lebih kepada menghargai perasaan pasangan.

    Terlebih lagi sebagai seorang muslim sebenarnya tanpa perlu melakukan perjanjian pra nikah. Semua aturan tentang pernikahan sudah ada aturannya. Baik ketika rumah tngga berjalan lancar mau pun terjadu sesuatu du tngah perjalanan pernikahan tersebut.

    Misalnya sbgai sumai wajib memberi nafkah dll. Dan apabila tejadi perceraian apabila punya anak harus tetap membwru nafkah wlpun sdh pisah bahkan menikah lagi.

    Hehehe itu pandangan saya.

    Mohon agar tidak menjadi perdebatan, krna meskipun saya tidak mau melakukan tp pada dasarnya saya tetap setuju.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s