Kapan Harus Berhubungan Intim Jika Ingin Cepat Hamil?

Jika muncul pertanyaan “Kapan berhubungan agar cepat hamil?”, maka jawaban terbaiknya adalah 2-3 hari sebelum ovulasi. Hal ini tentu mengejutkan karena banyak yang mengira kalau hubungan intim harus dilakukan setelah ovulasi, padahal semestinya sebelumnya.

 

Pada umumnya, ovulasi terjadi di hari ke-12 dan 13 siklus haid. Namun karena tubuh setiap perempuan berbeda, maka jendela kesuburan bisa muncul dini seperti pada hari ke-8 dan 9, atau terlambat (di hari ke 19-20).

 

Masalahnya sekarang, bagaimana caranya tahu kapan ‘minggu subur’ itu? Bagaimana pula mengetahui bahwa waktu ovulasi sudah dekat? Dan kapan serta berapa sering sih, kamu harus berhubungan intim kalau ingin hamil?

Benarkah hari ke-14 paling subur?

Kamu mungkin pernah mendengar bahwa ovulasi terjadi di hari ke-14 siklus haid. Yang mempercayai inipun kemudian melakukan hubungan intim pada hari ke 11, 12, dan 13, sambil berpikir kalau kehamilan pasti terjadi.

 

Akan tetapi sayangnya, sebagian besar wanita tidak berovulasi di hari ke-14. Seperti disebutkan sebelumnya, ovulasi normal dapat terjadi sedini hari ke-10 dan paling lambat hari ke-20. Bila siklus haid tidak teratur, maka ovulasi malah bisa terjadi setelah hari ke-20.

Cara tahu waktu terbaik untuk hamil

Untungnya, kini ada berbagai metode untuk mendeteksi ovulasi, dan berikut adalah 3 cara yang paling sering dipakai:

1. Tes ovulasi

Alat yang bekerja mirip seperti test pack kehamilan ini bisa memberitahukan kapan ovulasi terjadi. Tes yang dirilis dalam bentuk strip, stick, atau digital tersebut bekerja dengan cara mendeteksi hormon LH dalam urin.

 

Kadar hormon ini umumnya melonjak drastis sebelum ovulasi. Jadi ketika hasil tes ovulasinya positif, maka itu artinya tubuh akan segera berovulasi dan pasangan diimbau berhubungan intim agar cepat hamil.

 

2. Suhu basal tubuh

 

Metode yang kedua ini memang agak repot karena butuh ketekunan untuk mengukur suhu basal tubuh setiap pagi. Bagi yang belum paham apa itu suhu basal, ini adalah suhu ketika tubuh sedang beristirahat total. Suhu tubuh dipengaruhi oleh kadar hormon dalam tubuh.

 

Biasanya, hormon progesteronlah yang meningkatkan suhu tubuh. Kadar hormon ini rata-rata meningkat setelah ovulasi. Jadi ketika suhu basal naik dan tetap tinggi selama beberapa hari, maka itu artinya kamu sudah berovulasi.

3. Periksa perubahan cairan vagina

 

Cairan vagina rata-rata juga berubah menjelang ovulasi. Teksturnya lebih elastis dan jumlahnya lebih banyak. Jadi kalau tekstur cairan vagina mirip putih telur, itu artinya kamu sangat-sangat subur. Oleh sebab itu, riset menyimpulkan waktu terbaik untuk berhubungan intim adalah ketika cairan vagina mirip putih telur tadi.

 

Alasannya karena tekstur cairan seperti ini membantu sperma untuk bertahan dan ‘berenang’. Semakin banyak sperma yang bertahan dan berenang menuju sel telur, maka kian banyak pula sperma yang ‘menunggu’ di saluran tuba falopi untuk membuahi sel telur.


Alasan hasrat seksual meningkat di hari tertentu

 

Sahabat Hawa mungkin penasaran juga soal ini, dan percayalah kalau ini bukan kebetulan. Usut punya usut, hormon (salah satunya LH tadi) yang meningkat sebelum ovulasi juga memiliki peran mendongkrak hasrat untuk bercinta.

 

Jadi walau meningkatnya hasrat seksual tidak menjamin tubuh akan berovulasi, namun jangan abaikan pertanda ini. Siapa tahu kamu bakal ovulasi sebentar lagi!

Untuk meningkatkan kesempatan kehamilan, tak ada salahnya untuk coba tingkatkan kesuburan dari dalam. Suplemen kesuburan wanita dari bahan alami seperti yang dijual di AsmaraKu.com bisa membantu kamu, lho!

KLIK DI SINI


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s