Jangan ‘Mager’, Ini Olahraga yang Aman Untuk Bumil

Seringkali, banyak ibu hamil merasa ragu untuk beraktivitas saat sedang mengandung karena khawatir membahayakan janin. Padahal, selama masih dalam batas wajar dan ibu sudah berkonsultasi dengan dokter boleh saja berolahraga saat hamil agar selalu sehat dan bugar.

Untuk itu, simak rekomendasi olahraga terbaik yang bisa dilakukan oleh ibu hamil berikut ini.

  1. Senam kegel

Ibu hamil yang melakukan latihan kegel secara rutin memiliki keuntungan tersendiri, salah satunya ialah bisa melalui persalinan dengan mudah. Selain itu, senam kegel juga akan meminimalisir masalah umum yang sering muncul selama masa kehamilan, misalnya permasalahan kandung kemih dan wasir serta memperkuat otot dasar panggul.

Cukup mengontraksikan otot dasar panggul selama 5-10 detik, kendurkan lalu ulangi 10-20 kali. Lakukan latihan ini setidaknya tiga kali sehari.

  1. Renang

Berenang juga merupakan olahraga yang aman untuk dilakukan ibu hamil, karena minim risiko untuk terjatuh dan berefek bagus untuk kesehatan jantung. Namun, tidak semua olahraga air aman. Sebaiknya hindari olahraga air seperti  scuba diving atau ski air.

  1. Jalan santai

Tak perlu olahraga berat, cukup dengan berjalan santai saat hamil akan membawa manfaat untuk kehamilan.

Jangan memasang target yang terlalu muluk, cukup berjalan santai di sekitar rumah akan bermanfaat untuk merangsang kontraksi, mencegah obesitas kehamilan, menghindari stress dan mengurangi risiko yang mungkin menyerang ibu hamil seperti preeklamsia dan diabetes.

  1. Lari dan jogging

Ibu hamil juga bisa melakukan olahraga lari selama kehamilan, namun bisa terlebih dulu berkonsultasi dengan dokter jika sebelum hamil tidak pernah berlari rutin.

  1. Yoga

Selain menimbulkan efek menenangkan, dengan melakukan olahraga yoga akan membuat otot rileks dan menghindari stress yang mungkin timbul selama periode kehamilan. Agar olahraga tetap terasa nyaman selama hamil, sebaiknya tidak mengenakan pakaian ketat yang akan menekan perut, memakai sepatu yang nyaman dan tidak licin.

Pastikan untuk bernapas dalam-dalam, minum banyak air putih untuk menghindari dehidrasi serta hindari gerakan menyentak dan berbaring terlentang untuk waktu lama.

Berhenti berolahraga jika mengalami perdarahan vagina, pusing, nyeri dada, pingsan, sesak napas, kontraksi, perasaan mual, cairan berlebihan dari vagina, atau gerakan janin terasa menurun.

Untuk informasi lengkap tentang masa prakehamilan dan kehamilan, kunjungi situs Nakita.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s