Ini yang Terjadi Pada Janin Jika Bumil Suka Mendengarkan Musik

Kebanyakan orang dewasa gemar mendengarkan musik, karena music memiliki efek yang menenangkan sehingga dapat membantu menghilangkan stres. Hal ini ternyata juga berlaku bagi ibu hamil, yang efeknya positif jika mendengarkan musik selama masa kehamilan.

Menurut hasil penelitian, bayi yang terpapar musik sejak berada dalam kandungan akan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam perkembangan mental, kesadaran, perilaku, sensorik, psikologis dan emosional mereka secara keseluruhan dibandingkan mereka yang tidak terpapar musik apa pun saat berada di dalam rahim.

Tak hanya itu, dilansir dari laman Momjunction.com, inilah dampak positif mendengarkan musik untuk perkembangan janin di dalam kandungan:

 

musrik

  1. Meningkatkan reflek bayi

Ketika sang ibu mendengarkan musik saat hamil, bayi akan dapat mendengar getaran dan mulai bereaksi terhadap hal yang sama. Bayi akan mencoba bergerak selaras dengan denyutan getaran yang dihasilkan, sehingga akan meningkatkan refleknya bahkan sebelum ia lahir ke dunia.

  1. Mengembangkan indra pendengaran bayi

Irama musik secara signifikan akan meningkatkan konsentrasi, pendengaran, dan keterampilan bayi yang belum lahir. Bayi mungkin belum dapat memahami musik pada tahap ini, namun bayi masih akan mencoba berkonsentrasi pada suara yang ia dengar.

  1. Meningkatkan daya ingat

Banyak peneliti percaya bahwa bayi yang belum lahir dapat mengingat musik dan suara yang didengarkan ibunya. Jika sang ibu mendengarkan lagu yang menenangkan, besar kemungkinan bayi akan mengingat bahkan saat ia lahir dan membentu untuknya tidak rewel saat lahir nanti.

  1. Membentukkepribadiansecara keseluruhan

Jenis musik yang didengarkan saat hamil nyatanya berdampak pada kepribadian bayi secara keseluruhan. Jika ibu mendengarkan suara yang menenangkan dan musik yang lembut, maka bayi akan mengembangkan kepribadian yang tenang.

Di sisi lain, jika mendengarkan musik yang keras dan menggelegar, maka bisa saja mengarah pada kepribadian yang agresif dan cemas pada bayi.

Namun. Perlu diperhatikan untuk tidak mendengarkan musik dengan volume terlalu keras karena berisiko menyebabkan bayi lahir secara prematur, komplikasi kesehatan seperti berat badan rendah saat kelahiran, kesulitan pendengaran atau gangguan pendengaran frekuensi tinggi pada saat kelahiran.

Saat mendengarkan musik menggunakan headphone, pastikan volumenya tidak lebih tinggi dari 65 desibel dan jika mendengarkan lagu dalam jangka waktu yang lama, jagalah volume musik di bawah 50 desibel.

Untuk informasi lengkap tentang masa prakehamilan dan kehamilan, kunjungi situs Nakita.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s