5 Penyebab Pasangan Zaman Sekarang Mudah Cerai

Pernikahan adalah momen indah yang dicita-citakan bersama pasangan untuk meraih masa depan bersama. Bejanji sehidup semati mungkin itu hal yang tepat menggambarkan indahnya pernikahan. Meski begitu setiap pernikahan tentu tak selalu berjalan sesuai rencana. Rintangan dan cobaan pasangan yang telah menikah bahkan harus dipikul bersama agar tujuan jangka panjang dapat tercapai.
Namun bila tidak menemukan solusi bersama, tak jarang pasangan mengatakan cerai. Paling santer menjadi sorotan adalah public figure yang mudah menikah dan mudah cerai, artinya pernikahan hanya ada di waktu yang sangat singkat. Berikut 5 penyebab mengapa pasangan di zaman sekarang mudah cerai.
1. Kurangnya Komitmen
Tahun 2015 Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehidpan Keagamaan Kementrian Agama mengeluarkan hasil penelitian terkait angka perceraian. Dari tahun 2014-2015 naik 100.000 kasus bahkan tren cerai ini kian meningkat. Hal ini menurut Ui Birowo yang merupakan co-founder TigaGenerasi,”Hal ini disebabkan tak ada komitmen ketika pasangan merencanakan pernikahan,” Lanjutnya bahwa pasangan sekarang menikah karena faktor usia sehingga tanpa melihat komitmen yang lebih jelas kedepan.
2. Terlalu Lama Pacaran
Tak sedikit yang memiliki jangka waktu berpacaran lama hingga belasan tahun namun kandas dan cerai di usia pernikahan yang masih muda. Untuk kasus ini diperlukan rasa saling menghormati juga meghargai satu sama lain. Bila sudah terbiasa melakukan hal bersama pasangan, jaga terus sampai pernikahan sehingga cerai dapat dihindari. Pastikan bahwa pacaran yang lama memiliki tujuan bersama yang kuat.
 
3. Generasi Praktis
Pasangan zaman sekarang tergolong dalam generasi praktis yang tentu mengedepankan logika. Namun bagaimana dengan urusan perasaan? Bila sudah menikah dan tak ingin cerai, cobalah saling memperjuangkan satu sama lain agar pernikahan dapat bertahan. Mungkin bukan hal mudah namun itulah perjuangan kan. Bila telah melewatinya, percayalah bahwa Anda bisa sangat bahagia bersama pasangan nantinya.
 
4. Belajar Mencintai 
Pernah mendengar bahwa belajar dan mencari ilmu bisa digali hingga kita tutup usia. Jangan menyerah bila cinta diuji dan kita dihadapkan dengan tantangan. Jangan hanya cinta diawal yang menggebu tanpa memperjuangkannya sampai akhir. Ingat! mendapatkan lebih mudah dari memperhatakankan. Teruslah belajar saling mencintai agar kehidupan pernikahan terus langgeng dan terhindar dari kata cerai.
 
5. Kurang Berjuang
Masalah sekecil apapun bisa menjadi besar. Selain saling menghormati pasangan, memperjuangkan satu sama lain itu penting agar saling mengikat. Pasangan zaman sekarang berjuang hingga penikahan namun kurang berjuang di fase setelah pernikahan. Saling terbuka bersama pasangan agar kenyamanan menjalani hubungan dapat terjalin dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s