Kenali Risiko Hamil di Bawah Usia 20 Tahun

Kehamilan sudah tentu menjadi momen membahagiakan bagi pasangan suami istri pasca menikah. Menambah anggota keluarga baru akan membuat rumah tangga kian seru, menyenangkan, dan ada istilah rumah semakin ramai. Namun biasanya kehamilan terjadi bila perempuan berada di usia minimal 20 tahun dimana secara fisik dan mental sudah cukup baik untuk melewati kehamilan, persalinan, dan mengasuh anak. 10% remaja berusia 15 hingga 19 tahun di Indonesia telah menjadi seorang ibu. Lalu risiko hamil apa saja yang muncul bila hamil di bawah usia 20 tahun tersebut?
 
 
1. Risiko Hipertensi
 
Berdasarkan segi kedokteran dan medis, sel telur dianggap belum mampu dan belum matang. Risiko hamil di bawah usia 20 tahun ini akan menyebabkan tekanan darah meningkat. Bila tekanan darah tinggi terjadi, dampaknya sangat terasa pada kehamilan. Misalnya terasa pusing, potensi pendarahan, bahkan hingga preklamsia. 
profile-portrait-of-young-attractive-pregnant-woman-suffering-from-headache-or-lack-of-sleep-vertical-image-morning-sickness_1391-403
 
2. Risiko Keguguran Besar
 
Masa belum siap hamil dibawah usia 20 tahun juga dapat menimbulkan risiko hamil yang berat. Misalnya melakukan aborsi / pengguguran tanpa adanya indikasi medis pada ibu hamil. Ini semakin membahayakan ibu hamil di usia yang masih sangat belia.
 
3. Bayi Lahir Prematur
 
Kurang matangnya alat reproduksi ibu hamil di usia muda menjadi penyebab bayi lahir prematur. Untuk itu ibu hamil di bawah usia 20 tahun wajib melakukan kontrol rutin ke dokter spesialis kandungan guna mengetahui perkembangan janin.
 
4. Berat Bayi Rendah
 
Risiko hamil yang juga muncul bila kehamilan terjadi dibawah usia 20 tahun adalah kelahiran prematur dan tentunya berat badan bayi rendah. Efek yang timbul pada bayi yaitu gangguan pencernaan hingga pernapasan. Karena kelahiran dibawah 36 minggu, membuat paru-paru bayi belum siap. Sementara bila bayi lahir rendah dampak jangka panjangnya yaitu terdapat risiko kelainan pada otak, gangguan tumbuh kembang, terganggunya motorik hingga postur tubuh.
close-up-of-sleeping-baby_23-2147760165.jpg
 
5 Risiko Kematian
 
Risiko hamil yang muncul bila kehamilan terjadi bawah usia 20 tahun adalah meningkatnya risiko kematian. Risiko ini sebenarnya berangkat dari belum siapnya reproduksi, mental dan fisik ibu hamil di usia belia. Risiko kematian ini bisa saja terjadi pada ibu maupun janin. Kurangnya pengetahuan ibu yang hamil di usia belia juga menjadi faktor kurang siapnya ibu hamil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s