Bersyukurlah, Ternyata Ini Pembalut Orang Zaman Dulu

Kini banyak jenis pembalut yang tersedia dipasaran untuk menunjang kebutuhan kita sebagai kaum hawa. Sahabat Hawa pasti juga membedakan pembalut saat siang dan malam hari kan? Mulai dari berbentuk wing dan non wing belum lagi pembalut dengan ukuran berbeda. Bahkan ada pembalut berukuran panjang 42,5cm yang diklaim anti tembus dan dijamin tidur nyenyak sepanjang malam. Meski jenis pembalut sudah beragam, kita juga patut bersyukur lho Sahabat Hawa. Ternyata orang zaman dulu jenis pembalut yang dipakai cukup aneh. Seperti apa jenis pembalut orang zaman dulu? Simak infonya berikut.
 
1. Perban Selulosa
 
Tak terbayang hidup di zaman perang. Khususnya di Perang Dunia I dimana tentara memang sudah terbiasa dengan perban. Perban sendiri memang dikenal untuk membalut luka korban. Dan pada saat itulah beberapa perempuan memanfaatkan perban tersebut untuk dijadikan pembalut. Mungkin ini hal yang cukup mengejutkan tapi bagi orang zaman dulu daripada tidak ada pembalut, perban selulosa pun bisa dimnfaatkan.
 

 
2. Tampon
 
Tampon ini berbentuk silinder layaknya tabung dengan ukuran yang kecil. Tampon ini memiliki kemampuan serap yang cukup baik dan akan dipakai pada saat sedang haid. Ditaruh di alat vital yang diklaim saat itu mampu menyerap tinggi aliran darah dikala haid. Hmm unik juga ya.
 

 
3. Pembalut Sabut Kelapa
 
Sabut kelapa dijadikan pembalut? tepat sekali! Serat kelapa dimanfaatkan sebagai pembalut saat haid. Bahkan orang Jawa pada zaman dulu juga menggunakan serabut kelapa ini sebagai pembalut lho. Namun pilihan bantalannya beragam mulai dari kapas hingga rumput-rumput kering
 

 
4. Kapas & Wool
 
Orang Yunani kuno di zaman dulu memilih kapas dan wool sebagai media untuk menampung darah saat menstruasi. 
 

 
5. Kertas
 
Ternyata di zaman orang mulai mengenal kertas, ada yang memanfaatkan kertas untuk pembalut lho. Tak jauh berbeda seperti kain, ternyata kertas juga cukup mampu menyerap darah. Kira-kira berapa ketebalan kertas yang dibutuhkan dan berapa lama ya durasi pembalut kertas ini bertahan?
 

 
6. Kulit Binatang
 
Di Eskimo beberapa perempuan menggunakan kulit binatang bahkan bulu binatang untuk pembalut. Salah satu kulit dan bulu binatang yang dipakai dari hewan kelinci. Mungkin ini aneh namun ditengah keterbatasan, perempuan disana tetap menggunakannya sebagai pembalut.
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: idntimes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s