Diet dengan Teh Jati Cina, Amankah?

Perlu sahabat hawa ketahui, tanaman jati cina sudah digunakan selama bertahun-tahun untuk membantu menyembuhkan kondisi kesehatan tertentu, seperti masalah kulit, gangguan pencernaan, dan penyakit pernapasan. Namun saat ini teh jati cina terkenal dan tidak sedikit pula yang menggunakannya sebagai tanaman untuk menurunkan berat badan. Teh jati cina memiliki rasa sedikit manis, tetapi juga sensasi pahit yang kuat, oleh karena rasanya akan lebih baik jika ditambahkan madu.
 

 
FDA (Food and Drug Administration) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat telah menyetujui teh jati cina sebagai pencuci perut non-resep untuk digunakan. Teh ini digunakan untuk mengobati sembelit dan juga untuk membersihkan usus sebelum tes diagnostik seperti kolonoskopi. Untuk mengonsumsinya teh jati cina direkomendasikan untuk orang dewasa usia 12 atau lebih adalah 17,2 miligram (mg) per hari. Para ahli mengingatkan agar tidak melebihi 34,4 mg per hari. Untuk konstipasi pada anak-anak, dianjurkan 8,5 mg per hari. Untuk konstipasi setelah kehamilan, 28 mg dibagi dalam 2 dosis.
 
Kandungan senna yang terkandung dalam teh jati cini juga dapat membantu menghilangkan cacing usus dan parasit usus lainnya di dalam tubuh. Karena khasiatnya membersihkan tubuh, maka kamu dapat menyerap lebih banyak nutrisi dari makanan melalui teh jati cina. Namun, karena memiliki efek pencahar, ramuan ini sekarang biasa diperlakukan sebagai “teh diet” atau teh detoks, yang digunakan oleh orang-orang yang mencari cara cepat untuk menurunkan berat badan. 
 
Amankah untuk diet?
 
Perlu sahabat hawa ketahui, teh jati cina tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terutama untuk jangka waktu yang lama ataupun dalam dosis tinggi. Sebaiknya tidak mengonsumsinya selama lebih dari dua minggu, karena ini akan merusak fungsi normal usus besar kamu. Selain itu teh jati cina juga dapat merusak fungsi dinding usus dan menurunkan kemampuan otot-otot untuk berkontraksi sendiri.
 

 
Tak hanya itu, teh jati cina bisa menimbulkan masalah pada pencernaan seperti diare, yang kemudian dapat memicu dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Setelah rutin mengonsumi teh ini kamu juga akan mengalami mual muntah dan ada beberapa orang juga yang tekenal alergi dan warna urin yang berubah. Penggunaan jangka panjang juga dapat mengubah jumlah atau keseimbangan beberapa bahan kimia dalam darah (elektrolit) yang dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung, kelemahan otot, kerusakan hati, dan efek berbahaya lainnya.
 
 
Nah, buat sahabat hawa yang ingin menurunkan berat badan, ada baiknya menggunakan cara yang aman-aman saja ya seperti rajin berolahraga, mengonsumsi sayur, buah, dan air putih 8 gelas dalam sehari. 
 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s