Keguguran Akibat Toksoplasma, Mitos atau Fakta?

Apa Itu Toksoplasma?

Toksoplasma adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, parasit protozoa yang bisa berkembang intraseluler. Jadi, toksoplasma bukan sejenis virus.

Toksoplasma dapat berkembang secara aseksual dalam jaringan tubuh beberapa mamalia dan burung, serta berkembang secara seksual dalam sel pencernaan kucing sebagai pejamu utama. Kucing biasanya terinfeksi dengan cara menelan kotoran burung atau tikus. Kucing yang terinfeksi tidak mengalami gejala, tapi kista toksoplasma akan dijumpai di dalam kotoran kucing 1-2 minggu setelahnya. Kista dalam tinja kucing ini bisa bertahan selama berbulan-bulan di tanah hangat di kebun, pasir, dan sampah. Dari sinilah manusia bisa terkontaminasi toksoplasma.

 

Apa Gejalanya?

Gejala awal pada penderita toksoplasmosis (infeksi karena toksoplasma) kebanyakan tidak dapat terlihat. Demikian juga pada ibu hamil di mana lebih dari 90 persen tidak bergejala. Gejalanya hampir menyerupai virus influenza seperti demam tak terlalu tinggi, lemas, sakit tenggorokan, gangguan pada kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Toksoplasma sebagai salah satu faktor utama keguguran merupakan suatu hal yang salah kaprah karena kasus keguguran didominasi oleh faktor genetik dan kromosom dengan presentasi mencapai 60 persen.

 

Infeksi parasit toksoplasma pada janin trimester pertama dianggap cukup rendah dengan presentase hanya 6-15 persen saja. Tapi efek yang dialami janin bisa cukup besar mengingat saat itu sedang pesatnya fase pembentukan organ sehingga toksoplasma tidak dapat dianggap enteng. Janin yang terinfeksi toksoplasma memiliki risiko cacat yang cukup tinggi, seperti kebutaan, pembentukan fisik yang tidak sempurna/terhambat, hydrocephalus (kepala membesar karena terkumpulnya cairan otak), microcephaly, serta pengapuran otak. Efek jangka panjangnya adalah kejang dan gangguan neurologi seperti gangguan psikomotor dan mental.

Sedangkan pada trimester terakhir angka transmisi ke janin bisa sangat tinggi, mencapai 60-80 persen, tapi efeknya sangat kecil. Secara umum, manifestasi klinis kelainan pada bayi saat lahir hanya terjadi kurang dari 25 persen dari seluruh kejadian toksoplasmosis pada kehamilan.

Cara Mengobatinya

Antibiotik golongan Spiramycin diberikan untuk menekan kejadian risiko infeksi kongenital tetapi tidak untuk mengobati infeksi yang sudah terjadi pada janin. Untuk mengobati infeksi pada janin digunakan pyrimethamine, sulfonamide, dan folinic acid.

 

Source: rspondokindah.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s