Ini yang Terjadi Pada Janin Jika Ibu Hamil Menangis

Tahukah sahabat hawa, ternyata tidak hanya makanan dan minuman saja yang memengaruhi janin. Ibu hamil yang sering menangis bisa memberi pengaruh pada kondisi janin lho. Kondisi janin saat ibu menangis telah terpengaruh apabila ibu hamil sering menangis. Biasanya ibu mulai sering menangis pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Berikut ini adalah pengaruh menangis saat hamil terhadap janin:
 
1. Berat lahir rendah
Pengaruh menangis saat hamil bisa terjadi pada plasenta. Baik dan bagusnya plasenta terbentuk pada trimester pertama kehamilan. Apabila ibu hamil menangis hanya sesekali, tidak akan memengaruhi kondisi janin saat ibu menangis. Akan tetapi, apabila ibu hamil sering menangis maka fungsi plasenta menjadi kurang optimal. Plasenta yang kurang optimal berkontribusi besar terhadap berkurangnya distribusi nutrisi untuk janin. Hal ini sangat memungkinkan, janin akan memiliki berat lahir yang lebih kecil.
 
2. Hanya mendapat sedikit oksigen
Pengaruh menangis saat hamil yang kedua masih memiliki hubungan dengan efek ibu hamil menangis sebelumnya. Akibat fungsi plasenta yang kurang optimal, distribusi oksigen pun juga menjadi berkurang. Kondisi janin saat ibu menangis secara sering maka akan membuat bayi memiliki pasokan oksigen yang lebih sedikit.
 
3. Memiliki risiko lahir prematur
Menangis terus menerus saat hamil akan meningkatkan risiko kelahiran prematur. Risiko lahir prematur sering terjadi pada ibu yang sering menangis dengan berbagai sebab. Para ibu hamil menangis harus segera mencegah bayi lahir prematur agar bayi tidak memiliki dampak menangis yang lebih luas lagi. Jadi, jangan sering menangis yah bunda!
 
4. Memiliki risiko keguguran
Anak adalah anugerah terindah di dunia ini. Kehadirannya begitu dinanti oleh ayah dan bunda. Pada beberapa pasangan harus menempuh cara-cara agar bisa hamil, seperti dengan cara inseminasi buatan dan program bayi tabung. Oleh karena itu, tetap mempertahankan keberadaan janin di dalam rahim adalah hal yang paling penting selama masa kehamilan. Apabila Anda tidak ingin kehilangan janin yang telah Anda nanti maka janganlah menangis terus menerus. Pengaruh menangis saat hamil bisa sampai membuat keguguran.
 
5. Memiliki masalah pada perkembangan otak
Ibu hamil yang acap kali menangis akan memberi pengaruh yang cukup fatal. Otak yang kurang berkembang dan struktur otak yang tidak pada umumnya merupakan pengaruh ibu hamil saat menangis yang sangat tidak diinginkan. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil yang masih suka menangis untuk segera mencegah hal ini terjadi.
 
6. Cenderung memiliki masalah psikis
Anak yang dikandung oleh ibu hamil yang sering menangis cenderung tumbuh menjadi anak yang memiliki masalah psikis di kemudian hari. Masalah psikis ini akan merusak karakter dan perilakunya sehingga menja. Contoh masalah psikis tersebut seperti anak penakut, anak manja, anak cengeng, dan lainnya.
 

 
Source: Doktersehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s