Ini 3 Penyebab Umum Gagalnya Program Bayi Tabung

Istilah bayi tabung juga dikenal dengan In Vitro Fertilization (IVF). IVF dipilih beberapa pasangan dengan masalah kesuburan. Jika pasangan telah melakukan hubungan seksual tanpa kontrasepsi selama setahun namun belum juga dikaruniai momongan, alangkah baiknya memulai program hamil. Salah satunya memeriksakan diri dan pasangan dahulu ke dokter spesialis untuk menemukan permasalahan yang terjadi. Namun berkaitan dengan bayi tabung, dilansir kompas berdasarkan laporan dari European Society of Human Reproduction and Embryology ternyata keberhasilan prosedur dalam menjalani bayi tabung di Eropa maksimal hingga 34%. Apa saja yang menjadi penyebab gagalnya program bayi tabung? Berikut penjabarannya.
 

 
1. Faktor Usia
 
Program bayi tabung kini menjadi solusi bagi pasangan yang telah lama menikah namun belum dikaruniai momongan. Salah satu penyebab gagalnya program bayi tabung adalah faktor usia. Semakin tinggi usia pasangan akan semakin tinggi angka keberhasilan bayi tabung tersebut. Untuk itu peluang keberhasilan bayi tabung atau hamil sebenarnya bisa mencapai 40% bila dilakukan pada pasangan dengan usia dibawah 35 tahun ke bawah.
 
2. Kualitas sperma
 
Dalam program menjalankan bayi tabung, tentu akan dipilih kualitas sperma yang terbaik. Namun faktanya dalam program bayi tabung sperm problem ini juga menempati posisi 50%. Dilansir kompas,”Bisa jadi karena kualitas spermanya. Sperma yang dipilih ternyata tidak bisa membuahi, padahal sudah dipilih yang paling bagus,” jelas dr Yassin. Disarankan agar pemeriksaan dapat dilakukan menyeluruh antara suami dan istri agar bila ada problem dalam program bayi tabung ini dapat dilakukan analisa lebih mendalam untuk kemudian tindakan dan langkah apa yang dilakukan selanjutnya. 
 
3. Dinding Rahim Belum Siap
 
Dinding rahim merupakan tempat dimana embrio akan ditanam. Namun bila kondisi dinding rahim tidak siap, maka akan sulit untuk menerima janin. Saat embrio menempel di dinding rahim, bisa saja terlepas dan tidak terjadi kehamilan lanjut. Untuk kondisi program bayi tabung, para dokter betul-betul melihat bagaimana kondisi dinding rahim pasien wanita. 
 
Bahkan selain dinding rahim, sel telur wanita juga menjadi perhatian. Bila sel telur yang dipilih tidak bagus maka pembuahan bayi tabung ini bisa jadi gagal. 
Source: Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s