Ini 8 Jenis Tes Kesuburan Wanita yang Bisa Kamu Coba

Setelah memasuki jenjang pernikahan, kehamilan tentu  menjadi hal yang sangat dinanti. Lalu bagaimana jika sudah menikah bertahun-tahun dan tidak menggunakan kontrasepsi tetapi belum juga dikarunia keturunan? Apakah wanita tersebut berarti tidak subur? Tentu saja untuk mendiagnosanya tidak bisa hanya dengan dugaan saja, dibutuhkan rangkaian pemeriksaan untuk tes kesuburan tersebut. Berikut macam-macam pemeriksaan atau tes kesuburan yang bisa dilakukan.
 
1. Tes darah
Untuk melihat masa subur dengan mengukur kadar sejumlah senyawa tertentu di dalam darah. Contohnya, serum progesteron yang diambil pada pertengahan siklus haid, serum gonadotropin untuk mengetahui adanya gangguan pada fungsi indung telur (ovarium) yang mengganggu produksi sel telur, dan prolaktin untuk mengetahui adanya gangguan atau tumor pada kelenjar pituitari (pengontrol produksi air susu ibu).
 
2. Tes Pap Smear
Tes ini untuk mendeteksi kanker serviks serta masalah lain seperti leher rahim atau penyakit menular seksual. Semua problem tersebut dapat mengganggu masa subur dan kehamilan.
 
3. Hysterosalpingogram (HSG)
HSG atau disebut juga tubogram adalah rangkaian tes sinar-X untuk memeriksa tuba fallopii (saluran tub) dan uterus (rahim). Sinar-X dilakukan setelah dokter menyuntikkan cairan pewarna melalui vagina. HSG untuk mengetahui apakah terjadi sumbatan pada saluran tuba atau mendeteksi cacat pada rahim. Tes kesuburan ini biasanya dilakukan tepat setelah periode menstruasi.
 
4. Pemeriksaan fisik
Tes kesuburan ini melalui pemeriksaan pinggul, pemeriksaan menggunakan speculum untuk melihat kondisi vagina dan mulut rahim
 
5. Riwayat medis
Dokter akan melakukan wawancara berupa riwayat medis wawancara meliputi riwayat seksual, kontrasepsi, penggunaan obat-obatan, konsumsi rokok, kafein, alkohol, kesehatan kelamin (infeksi menular sesksual), dan siklus menstruasi.
 
6. Ultrasonografi (USG)
Pemeriksan ini untuk melihat kondisi rahim serta kedua ovarium wanita. Dengan USG, dokter dapat mengecek produksi ovum (sel telur) dengan menghitung jumlah folikel pada ovarium saat menstruasi.
 
7. Test antibodi, kromosom dan genetik
Pemeriksaan antibodi dilakukan untuk melihat ada/tidaknya antibodi pada darah, semen atau cairan vagina yang mungkin menyebabkan gangguan masa subur. Pemeriksaan kromosom dan genetik dilakukan untuk melihat adanya kecenderungan masalah genetik yang dapat memicu gagalnya implantasi telur serta riwayat keguguran berulang.
 
8. Clomiphene challenge test 
Turut melibatkan obat kesuburan klomid. Dari sinilah, dokter akan memahami fungsi ovarium seberapa baik.
 
 
 
 
 
 
 
Sudah pernah coba salah satunya? 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s