Penyebab Bau Vagina yang Sering Disepelekan

Tahukah sahabat Hawa, bau yang menyengat pada vagina bisa menjadi penanda keadaan yang tidak normal sedang terjadi pada tubuhmu. Penyebab vagina bau bisa berasal dari kondisi tertentu yang mungkin saja berbahaya. Jika kamu mendapati adanya bau tidak sedap pada vaginamu, sejumlah kondisi berikut mungkin dapat menjadi pemicunya.
 
1.  Kebersihan Diri yang Buruk
 
Salah satu penyebab vagina bau adalah kebersihan diri yang buruk. Area sekitar organ intim merupakan bagian yang rentan dipenuhi bakteri dan keringat. Terkadang, keringat yang bercampur dengan cairan dari vagina dapat menimbulkan bau yang khas. 
 
2. Mengonsumsi Makanan Tertentu
 
Untuk menghindari bau vagina yang berasal dari makanan, kamu sebaiknya memperhatikan apa yang kamu makan dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan seperti:
– Makanan tinggi kandungan gula
– Makanan berbau tajam
– Kari
– Kopi
– Bumbu dan rempah seperti bawang putih, bawang bombay, dan kunyit
– Daging sapi
– Daging ikan
 
3. Bacterial Vaginosis
 
Bacterial vaginosis (BV) terjadi akibat adanya ketidakseimbangan jumlah bakteri di dalam vagina. Bakteri di dalam vagina tumbuh secara tidak terkendali sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.
 
Bacterial vaginosis dapat terjadi pada setiap wanita, khususnya mereka yang termasuk dalam kelompok Wanita Usia Subur (WUS). Penyebab utama kondisi ini pun belum diketahui, tapi sejumlah aktivitas seperti hubungan seksual tanpa pengaman dan kebiasaan membersihkan vagina terlalu sering dapat menjadi pemicunya.
 
4. Infeksi Jamur
 
Infeksi jamur pada vagina dapat disebabkan oleh berbagai jenis jamur. Namun, umumnya vagina terinfeksi jamur jenis Candida albicans. Penyakit ini terjadi karena jumlah jamur jauh lebih banyak dibandingkan bakteri normal di dalam vagina. Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan antibiotik, kemoterapi, atau melemahnya sistem kekebalan tubuh.
 
5. Perubahan Hormon
 
Produksi lendir dan cairan vagina dapat berbeda-beda pada setiap fase siklus menstruasi. Penggunaan terapi hormon, pil KB, dan KB suntik juga dapat memicu perubahan pH dan mengubah bau khas vagina.
 
Pada wanita menopause, jumlah hormon estrogen yang menurun drastis dapat meningkatkan risiko infeksi jamur dan vaginosis bakterial. Selain itu, perubahan hormon pada wanita hamil, menyusui, atau dalam masa menstruasi juga dapat menyebabkan timbulnya bau pada vagina.
 
 
 
 
 
 
 
 
Source: Yesdoc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s