Bolehkah Menambahkan Garam dan Gula dalam MPASI?

Untuk sahabat Hawa yang baru menjadi ibu muda pasti sangat menunggu-nunggu momen untuk memberikan MPASI bagi buah hati kita. Setelah si kecil sudah berusia 6 bulan. Ini berarti, waktunya pemberian MPASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Sayangnya, proses MPASI ini tak selalu berjalan mulus. Bisa jadi anak tak mau membuka mulutnya, atau kalau sudah masuk mulut lalu dikeluarkan lagi. Kadang, orang tua mengira penyebabnya adalah rasanya yang hambar, sehingga garam dan gula kerap ditambahkan ke dalam MPASI sebagai penyedap. Apakah ini boleh?

mother-feeding-daughter-with-spoon_1398-1959.jpg

Menurut penjelasan dari sumber yang tim Hawa dapat, dari dr. Dyah Novita Anggraini, pada anak di bawah usia 1 tahun sebaiknya makanannya tidak diberikan garam. Ini karena indra perasa bayi perlu mendapatkan kesempatan untuk mencicipi rasa murni dari makanan.

World Action on Salt & Health menyatakan bahwa bayi sebenarnya hanya membutuhkan sedikit garam pada makanannya. Sebab, ginjal bayi belum berkembang sempurna untuk mengolah dan mencerna garam seperti orang dewasa.

Lalu, bagaimana dengan gula?

Sahabat Hawa, berikut ini rekomendasi takaran pemberian gula terhadap MPASI menurut American Heart Association Guidelines.

  • Bayi usia 6-8 bulan hanya boleh mendapatkan ½ – 1 sdt gula per hari

  • Bayi usia 8-12 bulan hanya boleh mendapatkan ½ – 1 ½ sdt gula per hari

Aturan tersebut berlaku untuk gula tambahan (gula pasir), bukan gula alami yang terdapat dalam makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti buah-buahan dan susu rendah lemak.  Meski pada dasarnya anak-anak membutuhkan gula sebagai energi, tapi berikanlah dalam jumlah yang sesuai rekomendasi. Ini penting untuk mencegah obesitas dan kerusakan gigi.

Jadi, kesimpulannya Anda diperbolehkan untuk memberikan garam dan gula ke dalam MPASI si Kecil, tetapi dalam jumlah yang direkomendasikan, atau kalau saran dr. Dyah, kalau pemberiannya membuat anak mau makan. Berikan sesedikit mungkin pada anak di bawah 12 bulan karena berkaitan dengan kesehatan ginjalnya. Setelah melewati usia 1 tahun, pemberian gula dan garam lebih bebas, tetapi tetap harus dibatasi.

Sebagai tips untuk menghindari aksi “tutup mulut” si Kecil saat diberikan MPASI, sebaiknya kenalkan ia MPASI berbahan sayur-sayuran terlebih dulu, baru buah-buahan. Sebab, sayur memiliki cita rasa yang lebih hambar daripada buah. Jika bayi mengenal rasa manis dari buah terlebih dulu, tentu ia akan menolak rasa hambar dari sayuran. Hal ini juga berpengaruh terhadap pemberian garam dan gula pada MPASI sayuran. Supaya garam dan gula tidak terlalu banyak diberikan ke dalam MPASI tersebut untuk meningkatkan cita rasa, sebaiknya kenalkan buah setelah Anda mengenalkannya rasa sayuran terlebih dulu.

Source : Klikdokter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s