3 Penyebab Umum Gagalnya Program Bayi Tabung

Scroll down to content

284056-P66XC9-497.jpg

Program bayi tabung atau yang dikenal dengan in vitro fertilization (IVF) kini menjadi salah satu pilihan banyak pasangan yang menginginkan buah hati karena mengidap infertilitas. Pasangan  dikatakan mengalami infertilitas atau tidak subur jika kurang lebih selama setahun setelah menikah tetap saja tidak hamil, meski sering  melakukan hubungan seksual rutin tanpa alat kontrasepsi. 

Banyak pasangan yang lebih memilih melakukan program bayi tabung karena selain biayanya lebih terjangkau, program bayi tabung juga dapat meningkatkan peluang kehamilan 30-50% pada usia 35 tahun ke bawah.

Meski bayi tabung berjalan sukses harus diakui bahwa kini tidak semua program bayi tabung berjalan dengan semestinya, tetap ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan bayi tabung, diantaranya:

1. Kesulitan Transfer Embrio

Pada kasus tertentu memang bisa terjadi kesulitan saat transfer embrio, ini bisa jadi karena kondisi rahim yang hiperflexi, retroflexi, ada miom besar, ada penyempitan pada mulut rahim, atau ada riwayat sectio caesarean.

Jika terjadi kegagalan program bayi tabung bisa diulang dengan menggunakan Embrio yang sudah dibekukan atau frozen embrio. Calon ibu tak perlu menjalankan tahapan proses bayi tabung dari awal.

Ini karena pada saat program bayi tabung sebelumnya, sel telur yang dipetik tidak hanya satu, tetapi semua sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi. Sehingga, bisa dihasilkan beberapa embrio. Meski yang ditanam ke dalam rahim hanya satu atau dua embrio, sisa embrio lainnya bisa dibekukan dan disimpan untuk rencana kehamilan berikutnya.

2. Kondisi dinding rahim

Kondisi dinding rahim juga mempengaruhi bagaimana ketebalan dinding rahimnya, bagaimana bentuk dinding rahimnya.

3. Kualitas embrio

Bisa jadi kualitas embrio terlihat baik, menjadi 8 sel, 10 sel, bahkan menjadi morula dan blastokista. Tapi, ternayata di dalamnya ada kromosom yang enggak normal. Meski bisa menempel pada rahim. Tapi janin tidak akan berkembang, sehingga akan terjadi keguguran.

Memang tidak ada persiapan khusus sebelum dan sesudah melakukan program bayi tabung, namun yang harus dijaga adalah kondisi calon ibu yang harus rileks dan tidak boleh stres.

Sumber Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: