Sambut Lebaran dengan Mengetahui Sejarah dan Asal Usul Ketupat

Scroll down to content
Lebaraaan….! Siapa sih yang menikmati moment ini tanpa kehadiran ketupat beserta teman-temannya. Yup, hari raya lebaran khususnya di Indonesia memang selalu identik dengan ketupat sayur dan makanan pelengkap lainnya. Kamu mungkin sudah merasakan ini sedari dulu. Tapi pernah terpikir gak sih dari mana sejarah identitas ketupat ini datang disetiap hari raya lebaran…
1e60e423c2e472f8b27896fb20e2060d.jpg
 
Dilansir dari Historia id, ketupat memiliki sejarah panjang di Indonesia, diyakini diperkenalkan pertama kali di Kerajaan Islam Demak, oleh Raden Mas Sahid atau yang dikenal dengan nama Sunan Kalijaga.
 
Sunan Kalijaga memperkenalkan dan memasukkan ketupat, simbol yang sebelumnya sudah dikenal masyarakat, dalam perayaan lebaran ketupat, perayaan yang dilaksanakan pada tanggal 8 Syawal atau sepekan setelah hari raya Idul Fitri dan enam hari berpuasa Syawal.
 
Lebaran ketupat diangkat dari tradisi pemujaan Dewi Sri, dewi pertanian dan kesuburan, pelindung kelahiran dan kehidupan, kekayaan dan kemakmuran. Ia dewi tertinggi dan terpenting bagi masyarakat agraris. Ia dimuliakan sejak masa kerajaan kuno seperti Majapahit dan Pajajaran. 
 
Dalam pengubahsuaian itu terjadi desakralisasi dan demitologisasi. Dewi Sri tak lagi dipuja sebagai dewa padi atau kesuburan tapi hanya dijadikan lambang yang direpresentasikan dalam bentuk ketupat yang bermakna ucapan syukur kepada Tuhan.
 

 
Filosofi Ketupat dari Segi Bahasa
Dari segi bahasa jawa dan filosofinya, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau Kupat merupakan kependekan dari ‘Ngaku Lepat’ dan ‘Laku Papat’.Ngaku Lepat artinya mengakui kesalahan. Sedangkan Laku Papat artinya empat tindakan.
Empat tindakan tersebut adalah :
 
1. Lebaran – Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa
 
2. Leberan – meluber atau melimpah, sebuah ajakan bersedekah (Zakat fitrah)
 
3. Luberan – Sudah habis, atau lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis, karena umat Islam dituntut untuk saling memaafkan.
 
4. Laburan – berasal dari kata labur, yang artinya mengecat atau membersihkan dengan kapur, atau njet dalam bahasa jawa, yang digunakan untyk menjernihkan air, atau memutihkan dinding. Dengan maksud supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin.
 
Filosofi  Bentuk Fisik Ketupat
 
Kenapa musti dibungkus dengan janur? Janur diambil dari bahasa Arab “Ja’anur ”(telah datang cahaya). Bentuk fisik ketupat yang segi empat ibaratkan seperti hati manusia. Saat seseorang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya akan bersih seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa sifat iri dengki. Karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja’anur).
 
sumber : harian.online.com
 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: