Love Story : “Ada yang Salah dengan Rumah Tanggaku” (3/4)

Scroll down to content

photo-1518550491521-fcfc62fa9ef5.jpg

III

Aku tiba-tiba merasa limbung, pusing dalam kadar yang berlebihan. Aku ingin muntah lagi, tetapi, tadi pagi sudah kumuntahkan semua isi perutku sehingga aku tak mampu muntah lagi.

Semua kenangan tentang aku dan suamiku berputar di benakku. Mulai dari pertemuan kami hingga kehamilanku. Rasanya, hal-hal manis itu mulai menjadi getir. Aku tak paham dengan apa yang kulihat ini.

Dalam folder berjudul Imaji tersebut, ada banyak sekali foto-foto telanjang pria, yang kupikir diambil dari internet. Ah, tak hanya foto telanjang, bahkan juga video-video porno tentang pria. Aku tak tahu apa maksudnya ini? Apa yang ada di benak suamiku?

ilustrasi-ponsel_20181008_220829-696x391.jpg

Aku tak langsung menanyakannya. Aku hanya berkata pada suamiku bahwa aku ingin dia cepat pulang. Namun, berbeda dengan pada saat aku bermaksud memberikannya kejutan kehamilan, kali ini, kukatakan hal itu dengan singkat dan dingin.

Jujur, aku tak ingin menuruti kata hatiku sendiri yang berkata bahwa suamiku mungkin tertarik dengan tubuh pria. Ini tak adil. Aku sudah hamil, dan dia memilihku, seorang perempuan, sebagai pendamping hidupnya. Tetapi, aku kalut. Aku tak tahu apa yang sebetulnya terjadi.

Saat sampai di kantor, suamiku menghubungiku. Tetapi, tak kuangkat teleponnya. Kujauhkan diriku dari ponsel. Ini kali pertama aku merasa muak dengan suamiku. Aku merasa jijik membayangkan lagi apa yang kulihat di sana.

Kemudian, aku pun merasa sangat ingin mencari tahu lebih jauh lagi. Dengan menggunakan laptop, aku buka semua media sosial milik suamiku. Kutelusuri riwayatnya dari waktu yang lama, memastikan bahwa yang aku rasakan ini tidak tepat.

Pada linimasa media sosial beberapa tahun yang lalu, kutemukan beberapa sapaan dari pria. Pria-pria yang jelas tak jantan. Aku merasa seperti ditikam berkali-kali. Suamiku tak membalas sapaan-sapaan tersebut, tetapi bukankah orang-orang ini hanya memberi sapaan centil semacam ini hanya pada mereka yang sudah jelas-jelas….penyuka sesama jenis?

Hariku saat itu berjalan lambat sekali. Tak ada satu pun yang menarik hatiku. Dengan lemas, kuelus jabang bayi yang ada di dalam perutku. Aku merasa malang sekaligus bersalah dalam waktu yang sama.

096088000_1502787864-Tidak-Bahagia-dengan-Pasangan-Ini-Sebabnya.jpg

***

Suamiku datang lebih cepat daripada biasanya. Dengan langkah gontai dan malas, kubuka pintu, kusambut dia dengan wajah yang masam. Aku melihat wajah suamiku sangat lelah dan kuyu. Pastilah ini karena aku tak membalas pesannya.

“Kamu kenapa sayang?”, ujarnya dengan lembut. Biasanya, aku akan merasa senang dengan perhatian semacam ini. Namun sekarang, aku merasa muak.

Langsung kubilang padanya untuk segera masuk ke kamar. Tanpa banyak bertanya, dia menurutiku. Dan tanpa buang-buang waktu lagi, aku langsung mengacungkan ponselnya dan membantingnya ke tempat tidur.

“Maksudnya apa mas, foto-foto dan video itu?”

Dia mengernyitkan dahi, “Foto dan video?”

“Nggak usah pura-pura bodoh. Kamu nggak normal.”

Dia diam sejenak. Wajahnya pucat pasi seperti ketakutan akan sesuatu. Aku tak merasa kasihan, justru, aku merasa ingin menendangnya jauh-jauh.

Tak beberapa lama setelah itu, dia memelukku sambil tersedu. Kudorong dan sekuat tenaga kulepaskan pelukkannya. Aku merasa sangat jijik.

“Sayang, ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Sungguh, aku nggak pernah bermaksud menyakitimu. Demi Tuhan, nggak pernah..”

Derai air mataku pun tak dapat tertahan lagi. Aku berharap, dia dapat memberikan penjelasan yang masuk akal.

pltjrkjexk3xk3bdmdrg.png

***

Suamiku memang sempurna. Itu yang dulu kupikirkan dan kubanggakan. Namun semestinya aku sadar, bahwa di dunia ini tak ada kesempurnaan. Bila sesuatu terlihat sempurna, pastilah itu karena ada ketidaksempurnaan yang tersembunyi. Dan hal itu akan sangat mengerikan.

Usai menumpahkan kekesalan dengan menangis tersedu, seperti orang gila, kudengarkan penjelasan dari suamiku. Sungguh, duniaku yang indah kini terpecah belah bak puzzle, tak lagi menyenangkan seperti dulu. Aku merasa ingin sekali memutar waktu, aku merasa malu terhadap orangtua dan teman-temanku.

Kepadaku, suamiku berkata bahwa dia memang memiliki ketertarikan pada lelaki. Hal tersebut terjadi karena dia kehilangan sosok Ayah sejak kecil, yang memang sudah bercerai dengan Ibunya. Entah mengapa, dia tertarik saja dengan sosok seorang “Ayah baru”, yakni kekasih Ibunya, yang memberikan perhatian usai Ayahnya tak ada. Awalnya, dia kagum saja dengan kebaikan lelaki tersebut. Lama-kelamaan, dia merasa ingin menirukannya baik dari segi sifat maupun fisik. Dan setelah hubungan lelaki tersebut dengan Ibunya tak berjalan mulus, dia pun kemudian getol mencari-cari sosok fisik seorang lelaki, baik dari media, maupun dari tempat lain.

Obsesi itu pun berubah menjadi sebuah hal yang sifatnya seksual. Pada saat internet mulai hadir, suamiku gemar mencari-cari gambar lelaki, dan terjebak pada situs-situs yang memuat foto dan video tentang gay. Dia pun semakin ingin tahu, dan tenggelam di dalamnya.

045820200_1539058748-067843500_1492410726-Bertengkar4.jpg“Sungguh, bukannya aku enggak tertarik sama perempuan. Aku tertarik, sungguh. Aku enggak pernah sayang sama laki-laki, aku hanya tertarik dengan fisik mereka. Tetapi aku sudah mencoba untuk sembuh.”

Dia mengatakan itu sembari bersujud di hadapanku. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan.

“Aku cinta kamu. Kamu tahu itu kan? Kalau enggak, kita enggak akan menikah, sayang. Kita enggak akan punya anak.”

“Oh, jadi tolok ukurmu sebagai lelaki sejati, hanya dari anak saja? Ya ya ya, sekarang aku tahu..”, tuturku dengan nada yang muak. Dia tak menjawab.

“Kamu bilang mau sembuh, tapi foto-foto dan video itu masih kamu simpan.”

“Aku cuma lupa menghapus, sayang.”

Aku tertawa sinis, “Lupa, atau sayang kalau dihapus? Omonganmu sudah sulit dipercaya.”

f76c282a-8086-493c-b0a9-fda8ac9ce47c_43

Malam itu, aku pun akhirnya tidur di kamar lain. Dia mencoba masuk ke kamarku, tapi tak bisa karena kukunci. Terbesit keinginan di dalam pikiranku untuk bercerai saja. Sungguh, lebih baik aku diselingkuhi dengan perempuan, ketimbang menemukan hal semacam ini.

***

           Kelanjutannya di Asmara Hawa Setiap

                       “Rabu & Sabtu/Senin

Download Aplikasi Hawa di App Store dan Playstore kamu sekarang juga yaa! 😉

hawa-promo-blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: