Ternyata Rindu Berlebihan Kepada Pasangan Bisa Memicu Sakit Perut, Baca Faktanya Disini

Scroll down to content

56577-ben-white-692414-unsplash.1200w.tn.jpg

Sahabat Hawa, Ada sejumlah hal mengejutkan seputar Rindu dengan Pasangan yang tidak pernah Anda duga sebelumnya. Setiap hubungan yang baru berjalan seumur jagung hingga bertahun-tahun lamanya — tidak hanya menguras emosi, namun juga kesehatan tubuh kamu loh Sahabat Hawa.

Penelitian membuktikan bahwa kerinduan berlebih dapat menyebabkan gangguan fisik yang nyata, bahkan di sejumlah kasus, bisa menjadi sangat serius. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat Anda sedang merindukan seseorang secara berlebih?

1. Sakit Perut


Seorang ahli terapi hubungan bernama Dr. Gary Brown mengatakan, semakin sering waktu yang dihabiskan dengan seseorang dengan orang pasangannya akan menjadikan DNA mereka semakin mirip. Hal itu menyebabkan saat dipisahkan oleh jarak atau waktu, maka rasa rindunya bukan cuma secara psikis tapi juga secara fisik.
Rasa gelisah yang dirasakan, dapat mempengaruhi kondisi perut. Hal tersebut dikarenakan otak memiliki pengaruh yang besar pada kesehatan pencernaan, begitu juga sebaliknya. Pada kenyataannya, rasa gelisah dan stres bisa menyebabkan gejala seperti mual, kram perut, dan heartburn.

2. Jerawatan dan rambut rontok

Lagi-lagi karena hormon. Sebuah studi tahun 2007 yang dimuat dalam The New York Post berhasil mengesampingkan faktor-faktor penyebab umum jerawat (seperti polusi, dengan memelajari penduduk Singapura di mana perubahan iklim amat jarang terjadi) dan memastikan bahwa stres benar-benar dapat mengakibatkan peradangan jerawat. Peneliti mengatakan, sebesar 23% kasus peradangan jerawat muncul saat orang-orang berada di bawah tekanan stress yang sangat tinggi, seperti saat sedang patah hati atau rindu berlebih. Namun dizaman ini orang sering menyebutnya “Jerawat Rindu”.

Stres ternyata juga mengakibatkan rambut rontok. Daniel K. Hall-Flavin, M.D, seorang konsultan kesehatan di mayoclinic.org, menyatakan, ada sejumlah alasan mengapa stress dapat mengakibatkan kerontokan rambut. Produksi hormon akibat stres akan melonggarkan folikel rambut secara bertahap, menyebabkan helaian rambut rontok saat disisir atau saat Anda sedang mencuci rambut. Tidak hanya itu, stress juga bisa memicu kebiasaan Anda untuk mencabut rambut dari kulit kepala (disebut trichotillomania), sebagai solusi sementara menghadapi perasaan kalut dan tidak nyaman akibat stress, kesepian, atau frustasi.

Wah, ternyata segala sesuatu yang berlebihan tidak baik ya Sahabat Hawa, rindu dengan pasangan sewajarnya saja.. Duh jadi ingat Dilan RINDU ITU BERAT 😀

Itu dia informasi yang bisa Hawa sharing, apakah Sahabat Hawa merasakan salah satunya? duh rindu siapa nih ? 😀

Sumber FHAWA

HAWA SAHABAT TERBAIK WANITA INDONESIA

Copy of Ads (1).jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: