Life Story : Perasaan Seorang Wanita dan Ibu (1/2)

Scroll down to content

Screenshot_9.png

Mengurai kisah masa lalu yang begitu pahit dan sukar dijalani. Tak lepas pula dari genangan dosa masa lalu. Mungkin saja, takkan pernah membaik lagi meski aku perlahan memperbaiki diri. Hanyalah indah semu yang kurasakan, ilusi kebahagian itu kian hari semakin samar saja. Bahkan detik perpisahan dengan suamiku tak meninggalkan jejak senyum, hanyalah sesal yang semakin membumbung tinggi. Semakin Membuncah hingga tangis tak mampu menadahi kesedihan yang terasa. Terpuruk dan tak adalagi senyum merekah yang ikhlas terpancar dari bibirku. Semuanya begitu sulit kuhadapi. 

Panggil saja ‘Nia’.. orang-orang biasa memanggilku ibu Nia. Usiaku 38 Tahun

Aku menikah dengan suamiku sekitar 20 tahun lalu. Pernikahan itu terbilang tidak sah karena keluarga tidak ada yang merestui dan aku menikah memakai nama orang lain di buku nikah. Saat itu, yang terpikir olehku bukan masalah sah dan tidak sah tapi bagaimanapun caranya aku harus menikah dengan lelaki itu karena aku sudah hamil satu bulan. Aku mencintai lelaki itu tanpa menengok apa yang aku lakukan sesuai ajaran-Nya atau tidak. Aku benar-benar dibutakan cinta pada saat itu. Desahan nafasku hanya dipenuhi nafsu, tanpa pernah diselingi menyebut Asma-Mu. Aku benar-benar hina.. Sungguh!!!

Sepanjang pernikahanku dengannya tak ada kebahagian hakiki yang kurasakan. Semuanya dipenuhi dengan kegelisahan saja. Resah semakin terasa di hati saat anakku tumbuh besar, sudah dewasa, gadis mungilku, hasil pernikahanku dengan lelaki itu. Aku tidak ingin menceritakan masa laluku kepada anakku. Tak ada sedikit cerita yang layak untuk dia ketahui, semua hanyalah noktah-noktah hitam yang hanya layak dianggap sampah.

Setelah menikah dengannya, aku memutuskan untuk tinggal jauh dari orangtua dan keluargaku. Aku takut, suatu saat nanti mereka mengungkit masa laluku yang begitu suram, hingga terdengar oleh anakku. Aku meyadari aku egois dan hanya mementingkan nama baik di depan manusia saja. Pernikahanku pun dilaksakanan karena ingin menutupi aibku.

Singkat cerita, pernikahanku hanya bertahan 13 tahun saja. Aku memilih cerai dengannya karena dia selingkuh. Dia mengkhianati pengorbanan yang selama ini kulakukan. Sudah berapa kali aku memergoki dia bersama dengan wanita lain tapi aku tak menghiraukan karena jika aku berpisah dengannya siapa yang akan membiayai aku dan anakku sedang aku hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Tapi kali ini, aku benar-benar sesak dibuatnya. Dia sudah berani membawa perempuan itu di rumah kami sendiri.


Pada suatu malam, aku ingat itu hari Rabu.. wanita itu datang kerumahku dengan merangkul suamiku genggamannya seakan tak ingin lepas, ia memicingkan matanya kepada ku dan seraya berkata “Saya istri baru suami mu! Maka saya juga pemilik rumah ini!” ucapnya. ia tersenyum kecut kepada ku dan anaku.

Suamiku hanya menunduk dan tak menghiraukan aku.

aku berteriak “Mas ini siapa?! Apa yang kamu lakukan mas?! aku istri kamu!!” Air mataku tak dapat terbendung lagi, aku menangis sambil memukul suamiku dan ia menepis tanganku hingga aku tersungkur jatuh ke lantai teras depan rumah. Anaku keluar dan Kupeluk anaku dengan sisa isak tangis..

Terkadang terbesik pertanyaan dalam hatiku, Apa ini balasan Allah untuk manusia hina sepertiku?


Bulir kesedihan itu semakin tak terkendali, malam itu juga aku pulang menemui kedua orang tuaku dan meminta maaf.. ku ceritakan semua yang terjadi.. untungnya mereka memaafkanku dan bilang padaku “Ani kau harus bercerai dengan suami mu!… dengar ibu dan bapak baik-baik jika kau mau hidup bahagia pisah dengannya!”

Saat itu aku bignung dan ragu. Aku menangisi semua perbuatanku selama bertahun-tahun yang kupendam tanpa pernah berpikir untuk memperbaikinya. Pernah suatu hari, aku bertengkar dengan suamiku, mengeluarkan semua penat yang kurasa selama menikah dengannya dan tanpa sadar anakku mendengar pertengkaran kami. Semua yang kubungkus rapi dalam kata ‘sejarah’ sudah terbongkar di depan anakku sendiri.

“Ibu, Aku anak haram??!” Teriak anakku.

Aku sangat bingung, seakan seluruh dunia ku hancur dan hatiku remuk tak tertahan.. Apa yang harus kukatakan untuk membela perbuatan burukku. Tak ada kata yang bisa kukeluarkan, lidahku terkunci dan kaku. Aku hanya bisa memeluknya dan meminta maaf atas rahasia buruk yang selama ini kesembunyikan. 
 
BERSAMBUNG..

                                         Kelanjutannya di Asmara Hawa Pada Hari Rabu

                                            Hawa Sahabat Terbaik Wanita Indonesia

 
Sumber FHAWA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: