Kisah Roman : “Angelia and Paris” (2/5)

Scroll down to content

18cdd3358c47849984f3a5f4773c6a9b

#2 Dua

Melihat apa yang dilakukan oleh pria tersebut, aku lantas berteriak mencari pertolongan. Datanglah Pak Jhonson bosku pemilik restoran itu. Pria tersebut kemudian kami bawa ke klinik terdekat, ia sempat tak sadarkan diri. Beruntung tak lama kemudian ia sadar, pendarahannya juga terhenti. Saat tersadar, dokter kemudian meminta identitas dan keluarga yang bisa dihubungi.

Anehnya pria itu malah menunjuk diriku sebagai keluarganya. Tentu, aku dan Pak Jhonson kebingungan. Sampai akhirnya ia mau jujur dan keluarganya pun bisa dihubungi. Melihat keluarganya datang, aku dan Pak Jhonson berpamitan. Aku sedikit mencemaskannya tapi tampaknya ia sudah tidak apa-apa. Terakhir yang kuketahui pria itu bernama Alexander.

Keesokan harinya, saat aku tengah menjaga Restaurant. Tiba-tiba seseorang datang memperhatikanku, aku kaget. Ternyata dia adalah pria yang kemarin mencoba untuk bunuh diri, lama memperhatikanku ia kemudian masuk ke Ruang ganti Khusus waiters. Mengingat kejadiaN kemarin, aku langsung menahan pintunya tertutup. Memastikan bahwa ia tidak melakukan hal yang kemarin. Tapi pria itu hanya diam saja, wajahnya datar tanpa suara.

Sir What are u doing in here? kalo mau ngapa-ngapain lagi tolong jangan disini ya” Ketusku padanya, ia masih diam saja. Melihat ia yang hanya terdiam, aku mulai bosan dan memintanya keluar. “Gini deh, kalo kamu gak niat ngapa-ngapain. Diluar saja, aku banyak urusan dan harus mengantar makanan ini” Mendengar bentakanku, ia kemudian berbicara. “Saya ingin menghubungi pacar saya, tapi tidak bisa, tolong saya bantu nelfon dia” katanya dengan tatapan kosong. “Tapi—saya takut suaminya mengetahui”. Oke aku mulai mengerti permasalahan yang dialami oleh pria ini.

Lalu aku langsung menarik tangannya dan mengajak kebelakang restauran disana ada taman yang ditumbuhi rumput sintetis dengan air mancur berbentuk malaikat bayi yang memanah. Walaupun di lt.12 restoran di paris sangatlah mewah. ia bisa menumbuhkan/menghiasi serupa tumbuhan di gedung-gedung tinggi.

“Jadi, masnya ditinggal nikah ya…?” aku bertanya dengan cueknya. Ia hanya melihatku dan membuang tatapan matanya lagi. Merasa taka ingin terlalu lama bercampur pada masalahnya, aku kemudian mencoba untuk mencarikan jalan keluar.

“Yasudah mas, telfon aja. Bilang kalo mas masih cinta, dan merasa dikhianati sama pernikahannya. Sampaikan juga kalo mas yakin akan menemukan wanita yang lebih baik dari dia! Gituuu”.

kataku mengguruinya, ia tampaknya tak mempedulikan omonganku. Kuliha ditangannya ada secarik kertas berisi nomor telfon. Langsung saja kuambil, dan menghubungi nomor tersebut menggunakan telfon umum restaurant. 3 kali nada sambung terdengar, tiba-tiba suara seorang wanita terdengar.

Haloo….” (Aku memberikan telfon umum di restaurant padanya, ia bingung suara Haloo masih terdengar)

“Haloooo-Haloo ini siapa”.

“E-emm… Nia..ini aku Alexander, 3 Tahun ini ternyata semua sia-sia jujur aku merasa terkhianati dengan pernikahanmu. Aku masih sangat mencintaimu! Tapi aku tak mau terus begini, aku yakin akan menemukan wanita lain yang lebih baik darimu dan tak akan mengkhianatiku seperti kamu!!!” kata Alexander dengan nada tinggi. “Breg!” gagang telfon ditutupnya. Ia kemudian menarik nafas panjang jantungnya masih berdebar-debar. Kemudian ia memejamkan matanya.

“Hhhff…Saya lega mbak…Terima kasih yahh” kata Alexander dengan baiknya kepadaku, ia lantas memberikanku uang 100 ribu dalam genggamanku kemudian pergi, merasa terlalu besar aku kemudian menolak tapi ia terlanjur pergi. Sejak kejadian itu aku tak berhenti mengingat Alexander, tapi aku sadar akan diriku. Akupun tak mau terhanyut dalam perasaanku.

———

Satu hari yang tak pernah aku duga, beberapa hari kemudian Alexander kembali datang ke restauranku. Ia melihatku dan tersenyum. Aku senang dengan kehadirannya, Sejak saat itu aku dan Alexander berkenalan dan kami menjadi lebih dekat. Alexander pria bertubuh tinggi, wajahnya manis sekali. Senang rasanya melihat bibirnya yang tipis tertawa disela-sela obrolan kami. Setelah banyak bercerita, aku mengetahui bahwa Nia menikah dengan pria lain lantaran tak mau terlalu lama menunggu Alexander hingga cukup mapan.

Mendengar cerita itu, aku mencoba untuk tak lagi membahas masa lalu Alexander yang tampaknya menyakitkan. Ketika bertemu aku dan Alexander membicarakan banyak hal, sambil jalan-jalan. Sepulang Alexander kuliah, ia sering mendatangiku dan membawakan makanan. Hubungan kami kian dekat,  ia juga memanggil namaku beda dengan teman-temanku lainnya “My Angel…” aku bahkan mulai menaruh perasaan padanya. Tapi aku tak ingin gegabah mengingat masalahku yang dulu, membuatku menurunkan rasaku yang mengebu-gebu padanya. tapi karena hubungan kami kian dekat, Alexander memintaku untuk memanggil dengan sebutan Alex saja. Aku  tak menolak..

Tak sampai disitu, Alex mengenalkanku pada kedua orang tuanya. Ayahnya adalah seorang wirausaha sedang ibunya adalah seorang bidan Rumah Sakit di Paris. Berawal dari perkenalan itu, aku diajak oleh ibu Alex untuk membantunya bekerja di Rumah Sakit sebaga Asisten Bidan. Meski aku tak punya latar belakang sekolah medis katanya ia akan mengajariku.

Dua bulan bekerja aku mulai bisa beradaptasi. Aku membantu ibunya membersihkan alat-alat, mencatat data pasien, hingga membantunya menyiapkan persalinan dari awal hingga selesai. Semuanya berjalan lancar dan aku senang menjalaninya.  Enam bulan sudah aku dan Alex menjalin kedekatan, keluarganya dan aku juga sudah dekat. Sampai suatu saat aku diajak Alex untuk berbicara serius.

Ia kemudian mengutarakan keinginannya untuk menikahiku. Sejenak aku berpikir, dan takut untuk mengutarakan hal ini, sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk menceritakan masa laluku. Mendengar itu semua Alex diam saja, aku tau ia tampaknya tidak suka. Aku juga mengatakan bahwa itu adalah kekhilafan yang tak akan aku lakukan lagi.

“Baiklah kita jalani dulu saja..” Kata Alex padaku.

Sejak kejadian itu, perlahan sikap Alex berubah. Bahkan seminggu berselang Alex menyampaikan kekecewaanya padaku. Dan ia terpaksa mengakhiri hubungannya denganku. Sungguh sakit hatiku, aku sudah bertemu dengan pria yang sangat baik tapi harus pergi begitu saja karena kebodohanku dimasa lalu. Akupun menerima meskipun terpaksa.

Sejak putus dengan Alex aku masih bekerja dengan ibunya. Tapi kurasa ada yang berbeda, kulihat ibu Alex ikut menjadi cuek dan sikapnya tak sehangat kemarin. Akupun tersadar dan mulai mencari pekerjaan pada sesama rekan di Rumah Sakit. Suatu siang kulihat seorang pria sedang membantu istrinya berjalan. Saat sang isteri duduk diruang tunggu, pria itu lantas mengajak bicara seorang perawat yang tak lain juga temanku.

“Angelia, sini sebentar…” panggil, Winda padaku. Akupun mendekati mereka. Kulihat keadaan sang istri cukup memprihatinkan. Meski masih cukup muda sayang wanita tersebut sudah terkena serangan stroke. Tubuhnya lemah, tak bisa berjalan dan tangan kananya melekuk kebawah. Winda lantas bilang bahwa ada yang ingin bicara denganku.

Kulihat seorang pria usianya sekitar 35 tahun keatas, begitupula isterinya. Dengan wajah yang lesu, sang suami mencoba bicara kepadaku.

“Mbak, maaf saya dengar mbak sedang butuh pekerjaan?” Aku ragu, namun mengangguk.

“Hhh… saya hampir putus asa. Saat ini saya membutuhkan serang perawat wanita yang bisa membantu saya untuk mengasuh istri saya yang sakit. Mbak tenang saja kami belum memiliki anak. Mbak hanya berfokus pada dia saja. Saya mohon sekali mbak, bagaimana saya bisa bekerja jika ia sendirian. Saya sudah tak tau lagi bagaimana, saudarinya tak ada yang mau mengurusnya…” Pinta pria tersebut dengan suara memohon.

Sejenak aku berpikir, bagaimana aku harus menjawabnya. Aku belum punya pengalaman merawat orang stroke. Tapi akupun tak nyaman bila harus bekerja disini karena aku telah mengecewakan Alexander, dan semakin sakit bila aku terus ada disini. Pikiranku masih berputar sebentar kulihat keadaan wanita stroke itu… memprihatinkan…

Baca kelanjutannya di Romansa Hawa Setiap Selasa dan Kamis

Baca Juga Part Sebelumnya di Tips-Asmara Bagian 1 

imgpsh_fullsize_anim (10)

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: