Ternyata 5 Penyebab Ini Bikin Moms dan Mertua Tidak Akur

Scroll down to content

Screenshot_3.png

Ketika membahas Kata ‘Mertua’ berbagai macam pendapat dibenak membayangkan bagaimana sikap mertua kepada kita. Memang nggak semua menantu dan mertua itu bagai kucing dan anjing. Ada juga kok mertua dan menantu yang selalu harmonis. Cuma dalam sejumlah kasus, menantu dan mertua itu pasti pernah berselisih atau bertentangan konflik.

Kira-kira apa yang membuat menantu dan mertua itu bisa berselisih? Yuk, coba kita bahas di sini bareng Hawa. Mungkin ini jawaban kenapa kamu dan mertua kadang bisa sampai perang dingin.

1. Tuntutan Mertua Terlalu Tinggi

Mertua ingin menantu memenuhi semua standar dan harapannya yang begitu tinggi. Di sini pihak mertua menuntut banyak hal pada menantu. Komunikasi pun tidak dilakukan dengan baik. Mertua terlalu menuntut, menantu merasa tertekan. Sehingga perselisihan sedikit saja bisa menciptakan konflik yang cukup besar. Apalagi tekanan dalam memiliki momongan.

2. Saling Membanding-Bandingkan

Biasanya saat kita dibanding-bandingkan dengan orang lain, kita akan merasa tersinggung bahkan sakit hati. Jika dalam hubungan menantu-mertua ada sikap saling membandingkan, maka besar kemungkinan salah satu pihak akan merasa tersinggung dan terluka. Perkara yang sepele pun jadi besar karena komunikasi yang keliru. misalnya kaka ipar yang lebih rajin, bahkan tetangga sebelah yang sukses memberikan keturunan bagi mertua.Entah itu dari pihak mertua atau menantu, salah satunya terlalu mendominasi. 

3. Salah Satu Pihak Terlalu Mendominasi

Salah satu pihak menjadi pengendali atas banyak hal. Mengatur banyak hal sendiri tanpa kompromi. Sehingga ada ketimpangan di sini dan membuat salah satu pihak merasa dirugikan. Hal ini biasa terjadi jika kamu serumah dengan mertua.

4. Rasa Cemburu

Yup, rasa cemburu juga bisa membuat hubungan menantu dan mertua susah akur. Mertua cemburu karena anaknya sekarang lebih peduli dengan istrinya. Menantu cemburu karena suaminya masih terlalu fokus pada ibunya. Rasa cemburu seperti ini bisa membuat hubungan jadi tidak enak, ya kan? Perlu sekali untuk bisa lebih terbuka dan respek satu sama lain. hal ini biasanya terjadi ketika suami memberi nafkah sang ibu yang berstatus janda sebagian besar iri dan butuh perhatian dari anaknya sendiri.

5. Menantu Kurang Pengertian

Menantu yang kurang pengertian juga bisa memicu konflik hubungan antara menantu dan mertua. Bagaimana pun, mertua tetaplah orang tua kita yang perlu dihormati. Meski tidak mudah tapi pada umumnya sifat pengertian menantu sangatlah penting dan dibutuhkan agar komunikasi bisa berjalan lebih baik. mungkin saja dari diri kita sendiri yanng tidak pernah menanyakan kabar mertua bahkan enggan membantu nya didapur.

Tidak akurnya atau kurang harmonisnya hubungan menantu dan mertua bisa disebabkan oleh banyak faktor. Tapi selama bisa saling pengertian dan komunikasi dijaga dengan baik, konflik dan masalah bisa dicegah.

Kalau kamu sendiri bagaimana, Sahabat Hawa? Bagaimana hubunganmu dengan mertua? Semoga tetap akur dan baik-baik saja..diantar ke 5 nomor diatas apa yang saat ini sedang kamu rasakan?

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download aplikasi Hawa di Google Play sekarang!
imgpsh_fullsize_anim (10)

HAWA SAHABAT TERBAIK WANITA INDONESIA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: