Sunat Bayi Sebelum Usia 40 Hari, Boleh tidak Ya?

Scroll down to content

Sahabat Hawa, Di Indonesia sunat biasanya dilakukan pada anak usia 7-10 tahun, bahkan ada yg 12 tahun. Sunat memang ada unsur tradisi dalam masayarakat kita, selain faktor agama dan kesehatan. Alhasil, orang tua memilih mengkhitankan anak di usia sekolah dasar, diikuti syukuran atau pesta. Padahal manfaat sunat saat bayi itu lebih besar. 

manfaat_sunat_saat_bayi_-_guesehat_1562150875.jpgBeberapa ahli kesehatan menyarankan sunat dilakukan di saat bayi baru lahir, seperti yang biasa dilakukan di negara lain yang berkulit putih, misalnya di Australia dan Amerika. Di sana, sunat dilakukan semata-mata alasan medis, yakni mencegah berbeagai penyakit pada penis saat dewasa.

Inilah keuntungan sunat saat bayi:

Screenshot_28.png1. Memperkecil Risiko Trauma pada Anak

Prosedur sunat, atau membuang kulup atau kulit yang menutupi kepala penis, adalah tindakan bedah. Layaknya tindakan bedah pada umumnya, pasti dibutuhkan suntikan anestesi, pembedahan, dan jahitan.

Rasa sakit saat proses sunat dapat menyebabkan trauma. Paling ringan trauma akan jarum suntik, atau trauma dengan tindakan operasi. “Trauma akan jarum suntik, bisa terbawa sampai anak dewasa,” jelas dr. Mahdian. Maka ketika sunat dilakukan saat bayi, si Kecil tidak akan mengingat rasa sakit saat ia dewasa.

2. Lebih Mudah Perawatan Lukanya

Keuntungan lain sunat dilakukan saat bayi adalah mudah perawatannya. Tentunya saat bayi baru lahir sekali atau berusia di bawah 40 hari. “Ada yang memilih melakukan sunat saat bayi lahir, seminggu setelah lahir, tetapi yang dianjurkan memang di bawah usia 40 hari.

3. Bayi Belum Banyak Bergerak

005405100_1546835069-4-Manfaat-Sunat-bagi-Bayi-Laki-laki-By-Vivid-Pixels-Shutterstock.jpgUsia paling tepat sunat pada bayi adalah sebelum bayi bisa tengkurap. Ini menjadi alasan lain mengapa sunat saat bayi lebih dianjurkan. Di usia sangat dini ini, bayi belum bisa menggerak-gerakkan badan dan tangannya.

Hari-harinya lebih banyak dihabiskan untuk tidur. Maka tanggung jawab merawat luka sepenuhnya ada pada Sahabat Hawa dan Suami. Sahabat Hawa bisa dengan tenang membersihkan dan merawat luka sunat tanpa risiko akan digaruk oleh bayi.

Apakah Ada Risiko Sunat Bayi?

452_anak-harus-segera-disunat-jika-mengalami-kelainan-ini.jpgSetelah melihat berbagai keunggulan tersebut, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa di Indonesia sunat saat bayi masih jarang dilakukan? Selain alasan tradisi dan budaya, banyak dokter yang takut melakukan tindakan sunat pada bayi karena bayi masih sangat rapuh. Selain itu pembuluh darahnya masih sangat kecil.

Namun menurut dr. Mahdian, di tangan dokter bedah yang ahli, sunat pada bayi bisa dikatakan sangat aman. “Tidak pernah atau sangat jarang ditemui komplikasi yang berat apalagi kematian setelah sunat pada bayi,” jelasnya.

Selain hampir tidak ada risiko, justru ada banyak manfaat sunat pada bayi. Berikut di antaranya:

  • Kebersihan penis terjaga sejak kecil.
  • Melindungi anak dan pria dewasa sejak dini dari penyakit menular seksual misalnya HIV dan HPV. WHO merekomendasikan sunat untuk semua pria di Afrika untuk mengurangi penularan HIV
  • Mencegah kanker penis dan kanker serviks pada wanita, saat dewasa. Banyak wnaita terkena kanker serviks karena tertular virus HPV dari pasangannya yang tidak disunat.
  • Mencegah infeksi saluran kencing pada bayi.

Bagaimana? Sahabat Hawa kira-kira akan menyunat bayi mu di usia berapa ?

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download Aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

 

Copy of Ads (1)

HAWA SAHABAT TERBAIK WANITA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: