Mertua pilih kasih dan suka membandingkan, begini cara menghadapinya!

Scroll down to content
Hmm.. berbicara mengenai mertua tentu Sahabat Hawa memiliki pengalamannya tersendiri. Baik suka duka keakraban menjadi keluarga baru, hingga permasalahan yang muncul.
Dalam sebuah kasus salah satu anggota komunitas yang tidak ingin disebutkan namanya berkeluh kesah tentang mertua pilih kasih. Ibu bertua yang kerap membandingkan dirinya dengan kakak ipar perempuannya. 
Kondisi seperti ini tentu saja tidak ingin dialami oleh siapa pun juga. Bukankan pada dasarnya kita memang tidak ingin dibandingkan satu dengan yang lainnya?

Berikut cerita lengkap tentang mertua pilih kasih tersebut.
 
“Ia mengatakan bahwa saya harus mencontoh kakak ipar saya”
 
Perempuan yang merahasiakan identitasnya tersebut mengaku bahwa ibu mertuanya selalu menganggap tindakannya salah, dan menganjurkannya untuk mencontoh tindakan anak perempuannya.
 
“Ibu mertua saya selalu menganggap anak perempuannya melakukan hal yang benar, namun ia selalu menganggap hal yang saya lakukan tidak cukup baik. Ia terus menerus mengatakan bahwa saya harus mencontoh hal-hal yang kakak ipar saya lakukan.
Saya selalu merasa dia membandingkan kami. Saya mencintai kakak ipar saya dan menghargai bahwa kami berbeda.
Sejujurnya saya juga memiliki banyak kelebihan, saya bisa memasak, saya cukup ramah, dan memiliki banyak teman. Sementara itu, kak ipar ku tidak memilki teman, ibunya adalah satu-satunya temannya, kakak ipar saya juga suka menghakimi orang, dan bersikap jahat kepada suaminya.
Saya sadar bahwa kami memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetapi ibu mertua saya selalu membuat saya merasa buruk dibandingkan dengan putrinya yang sempurna,” tulisnya.
 
Cara mengatasi mertua pilih kasih

Dilansir dari Doctor NDTV, solusi untuk masalah mertua yang senang membandingkan menantu dengan anaknya  adalah dengan membantunya mengevaluasi keadaan.
Cobalah untuk melihat dari sudut pandang ibu mertua Kamu terlebih dahulu, dan kemudian secara halus mulai memberi tahu dia tentang sudut pandang yang berbeda
Katakan padanya bahwa kebiasaannya membandingkan Kamu dan putrinya tidak akan menyelesaikan masalah. Tindakan membandingkan tersebut hanya akan membuat Sahabat Hawa frustrasi, menurunkan harga dirimu, dan menyulut perasaan negatif kamu terhadap putrinya sendiri.
 
Selain itu tak ada salahnya untuk menerima masukan dan kritikan. Tak perlu bersikap defensif dengan mendengar apa saja yang dianggap mertua sebagai  kekurangan mu. Setelah itu, mintalah sarannya untuk memperbaiki kekurangan tersebut.
Cara yang utama untuk mengatasi masalah ini adalah berkomunkasi dengan ibu mertua. Untuk menghindari kesalahpahaman dan asumsi berlebihan, komunikasi adalah kunci utama.
 
Meminta bantuan pada suami untuk menjadi pihak ke-3 juga perlu dilakukan. Tak ada salahnya untuk mengutarakan rasa keberatan jika ibunya terus membandingkan. Harapannya, suami bisa menjadi mediator anatar Sahabat Hawa dan mertua.
 
Sahabat Hawa apakah kamu memiliki kisah yang sama?
 

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download Aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

46063172_2137490566285231_1885947721953574912_n

HAWA SAHABAT TERBAIK WANITA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: