6 Langkah Elegan Menghadapi Pelakor yang Merusak Rumah Tangga Ga Perlu Drama

Scroll down to content
hipwee-4-photo-1516302752625-fcc3c50ae61f-750x422
Tentu semua orang ingin mempunyai hubungan cinta yang bahagia. Segala cara pun dilakukan untuk meraihnya. Mulai dari menyenangkan pasangan dengan hal-hal sederhana, sampai menyesuaikan mimpi kita agar bisa terus membersamanya. Namun terkadang, hal yang tak terduga bisa terjadi dalam hubungan asmara. Salah satunya adalah munculnya orang ketiga atau pelakor yang merusak segalanya. huh kesel gak sih Sahabat Hawa?
 

Pasti kamu tahu, pelakor adalah singkatan dari perebut lelaki orang. Kata ini digunakan untuk menyebut wanita yang menjalin hubungan dengan seorang lelaki, padahal lelaki itu telah berumah tangga. Tentu adanya pelakor dalam pernikahan sangat ditakuti banyak wanita. Namun seandainya kita harus menghadapi pelakor, apa yang sebaiknya dilakukan? yuk simak bareng Hawa.

1. Saat mengetahui adanya pelakor dalam hubungan, wajar kalau hati merasa terguncang. Namun tetap berusahalah mengontrol emosi

Barangkali selama ini kita mengira rumah tangga kita baik-baik saja. Namun setelah tahu adanya orang ketiga, semua jadi berubah. Wajar kalau kita merasa sangat sedih, marah, dan terkejut campur aduk jadi satu. Meski begitu, berusahalah untuk mengendalikan perasaan tersebut. Nggak ada salahnya menangis. Namun, jangan meluapkan perasaan dengan cara yang kelak membuat kita menyesal. Lebih baik luangkan waktu sendirian dan pahami emosi kita dengan perlahan.

2. Jangan terburu-buru mengambil keputusan. Terlebih dulu, tanyakan segalanya pada pasangan

Terburu-buru mengambil keputusan bisa berbuah penyesalan. Persoalan ini tetap haurs dibicarakan berdua dengan pasangan. Tanyakan padanya, mengapa dia memutuskan untuk menjalin hubungan dengan wanita lain padahal sudah berumah tangga? Mintalah padanya untuk sejujur mungkin. Tak perlu menutupi apa pun lagi, sebab hanya akan membuat semakin sakit hati. Justru jawaban jujur darinya akan membuat lebih mudah untuk mengambil langkah selanjutnya.

3. Temui sang pelakor dengan tenang. Jangan asal melabrak, sebab bisa membuat masalah melebar ke mana-mana

Wajar kalau merasa marah dan sakit hati sehingga rasanya ingin segera melabrak si pelakor secara langsung. Namun kita tetap harus tenang. Jangan asal melabraknya, sebab ini bukanlah cuma si pelakor saja. Pasangan kita juga berperan sehingga perselingkuhan ini terjadi. Maka saat bertemu sang pelakor, cobalah bicarakan dengan tegas. Tanyakan padanya, mengapa dia menjalin hubungan dengan lelaki yang sudah beristri? Apakah dia memang setega itu melakukannya, walaupun sudah tahu status yang sebenarnya?

Pertanyaan itu perlu dilontarkan untuk memastikan kebenaran. Sebab ada kalanya, seorang pelakor tak tahu bahwa dia telah merebut suami orang lain. Bisa saja suami kita mengaku masih single padanya, lalu dia menanggapi karena merasa wajar-wajar saja. Seandainya itu yang terjadi, sudah tahu kan siapa yang lebih bersalah?

4. Setelah mendapat penjelasan lengkap, saatnya mengambil tindakan. Pikirkan masak-masak dan mintalah pertimbangan dari orang lain

Sebaiknya kita baru bertindak setelah mendengar penjelasan dari kedua belah pihak, yakni dari suami dan sang pelakor. Pikirkanlah masak-masak sebelum mengambil keputusan. Apakah sebaiknya melanjutkan rumah tangga dan memaafkan pasangan? Bisakah kita percaya lagi pada suami setelah hal mengerikan ini terjadi?

Bicarakanlah berdua dengan suami. Sebagai pasangan yang telah menjalin cinta bersama, barangkali tetap ingin memertahankan rumah tangga. Apalagi kalau sudah ada kehadiran anak. Namun jika memutuskan untuk berpisah, tak apa-apa. Pastikan saja bahwa kedua belah pihak menyetujuinya. Selain meminta pendapat suami, kita juga bisa meminta pendapat pada orang-orang lain yang dipercaya. Bisa orang tua, saudara, atau sahabat dekat.

5. Hindari mengunggah apa pun tentang pelakor ke media sosial kita. Sebab kita bisa malu sendiri nantinya

Dalam situasi seperti ini, kita memang membutuhkan banyak dukungan. Ingin rasanya mendengar orang lain ikut menjelek-jelekkan sang pelakor atau menyalahkan suami kita. Namun apa pun yang terjadi, jangan sampai membagikan masalah ini ke media sosial. Sebab kita justru akan dicap “ratu drama” dan mendapat pandangan buruk dari orang lain. Kalau butuh meluapkan perasaan, lebih baik curhat langsung pada orang-orang yang dipercaya. Jangan lupa untuk meminta mereka agar tak menyebarkannya.

6. Kuatkan diri selama proses yang menyedihkan ini. Yakinlah bahwa masa depan yang lebih baik telah menanti

Sesakit apa pun rasanya, kondisi ini akan berakhir pada akhirnya. Jadi berusahalah untuk menguatkan diri kita. Walaupun hati hancur, bersikaplah tegas pada suami dan sang pelakor. Tak perlu merasa takut atau malu. Sebab bukan diri kita yang bersalah. Tetaplah sabar dan kembalikan rasa percaya diri kita perlahan-lahan. Yakinlah, suatu saat kondisi akan menjadi lebih baik.

Bagaimana tanggapan mu Sahabat Hawa? Apakah kamu pernah mengalami sang pasangan hampir direbut oleh pelakor? hih.. jangan sampai yaa

Yuk Download Aplikasi Hawa di Appstore/Google Playstore sekarang juga! 😉Link Download Hawa: https://l.instagram.com/?u=http%3A%2F%2Fbit.ly%2F2v7DA60&e=ATOFQmVR7KHt0zzNk7bUaKXFL7_0TXynC3N-Q_NLr-VyouAmp778hXkXXN7ecPhdb1Tjd4cTIgs0Y6Ca&s=1

fb ads 2

Hawa Sahabat Terbaik Wanita Indonesia

Sumber Hipwee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: