Kisah Roman : “Demi Anak Aku Rela Berjuang” (1/9)

Scroll down to content
ilustrasi-gendong-bayi_20180908_051629
“Suamimu itu,orangnya memang kaku banget ya?”
Aku tertawa, “Memang dia orangnya nggak fotogenik.”
 
Baru empat bulan kami menikah. Namun betapa beruntungnya kami, aku telah berbadan dua, tepat dua bulan setelah kami menikah. Rasa bahagia tak bisa lagi kudefinisikan. Aku betul-betul bersyukur atas kehadiran keluarga kecilku yang baru.
 

 
Suamiku, Mas Farhan, bagi kawan-kawanku, dia sosok yang aneh. Dia tak pandai tersenyum, kaku, dianggap cupu alias culun punya. dan aneh. Namun bagiku, dia sangatlah sempurna.
 
Aku dan suamiku sebetulnya sudah saling kenal sejak lama, semenjak kami berdua berkuliah di sebuah kampus yang sama di Bandung. Kampus yang sama, beda jurusan, tetapi sebuah kegiatan kemahasiswaan mempertemukan kami. Kalau dibilang kami orang yang serupa, tidak juga. Suamiku cenderung soliter, pendiam, dan tidak suka bermain media sosial. Sementara itu aku orang yang ekstrovert, suka berkawan, dan berbagi kabar di media sosial. Pekerjaan kami pun berbeda. Suamiku adalah dosen di sebuah universitas di Bogor. Sementara itu, aku kini menjadi humas di sebuah perusahaan yang ada di Jakarta.
 
Kehidupan kami berbeda. Hobi kami berbeda. Suamiku suka bercocok tanam hidrofonik. Aku suka melakukan kegiatan bakti sosial bersama teman-teman. Tak jarang kami saling mempertanyakan kesukaan satu sama lain: mengapa kamu begitu larut kalau sudah bermain tanaman hidrofonik? Dan mengapa kamu suka berkumpul bersama teman-temanmu, begitu dia tanyakan sebaliknya. Namun tak masalah, perbedaan melengkapi.
 
Oh ya, tentang masalah suamiku yang dianggap aneh, begitulah. Kupikir bukannya suamiku aneh atau teman-temanku terlalu menyebalkan. Hanya saja suamiku memang tipikal orang yang tidak suka mengumbar perasaan, sehingga berbeda dengan kawan-kawanku, interaksi kami tidak seperti pasangan. Pernah Melani, teman sekantorku bertanya: suamimu itu enggak romantis ya?
 
Aku tertawa, “Memang! Bahkan dia suka lupa ulang tahunku!”
“Emang kamu nggak kesal gitu?”
“Kesel sih..tapi yah menurut dia ulang tahun tuh nggak penting”
 
Kalau dibilang agak kesal, ya aku kesal saat suamiku lupa ulang tahunku padahal kami sudah berpacaran selama 3 tahun sebelum menikah. Dibilang kesal karena suamiku tidak pernah mengunggah kebersamaan kami, ya aku kesal juga. Aku terkadang iri sama teman-temanku yang oleh pacarnya dibuatkan caption mesra di Instagram. Namun kupikir, cara orang mengekspresikan cinta itu berbeda-beda. Suamiku? Mungkin dia tidak pernah mengunggah kemesraan kami di media sosial, tetapi dia mengajakku menikah, hei, bukankah itu romantis sekali?
 
Bicara soal anak, inilah pertama kalinya aku melihat raut wajah suamiku tidak datar lagi. Ya, teman-temanku menganggap suamiku adalah rombongan matek-alias muka tanpa ekspresi-. Namun ekspresi bahagia yang begitu dalam bisa kulihat saat suamiku tahu bahwa aku hamil. Hanya saja, sekali lagi, kebahagiaan itu tidak dibagikan di media sosial. 
 
Media sosial suamiku hanya digunakan untuk berjualan tanaman hidrofonik -pekerjaan sampingannya-, dan juga untuk mengunggah tempat-tempat menarik (dia juga suka memotret tempat-tempat menarik dan alam). Kupikir walau pun terkadabg menyebalkan, tak apalah. Soalnya, kata semua orang, lelaki dengan sifat seperti suamiku tak mungkin selingkuh! “Bagaimana bisa selingkuh? Merayu aja nggak bisa kok!”. Begitu ujar teman kuliahku Anin.
 
Ya, aku menemukan banyak cerita mereka yang begitu bahagia diperlakukan romantis oleh pasangannya, dipamerkan ke seluruh dunia, tetapi di belakang, ternyata pasangannya berselingkuh. Saat melakukan hal yang romantis, pasangannya tidaklah benar-benar melakukannya dari hati. Hanya karena dia lihai merayu, maka seolah perilakunya seperti orang yang betul-betul dimabuk cinta 
 
Baca kelanjutannya di Bunda Cerdas Hawa setiap selasa & Jumat

Yuk Download Aplikasi Hawa di Appstore/Google Playstore sekarang juga! Link Download Hawa: https://l.instagram.com/?u=http%3A%2F%2Fbit.ly%2F2v7DA60&e=ATOFQmVR7KHt0zzNk7bUaKXFL7_0TXynC3N-Q_NLr-VyouAmp778hXkXXN7ecPhdb1Tjd4cTIgs0Y6Ca&s=1

trt

HAWA SAHABAT TERBAIK WANITA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: