Kisah Roman : “Demi Anak Aku Rela Berjuang” (3/9)

Scroll down to content
dexter-chatuluka-oyvzbtxjrla-unsplash-1f70468f9a2e2ad9e0af33751833ca18
“Teh, selama suami kita masih setia, masih nafkahin, dan masih sholat, nggak usah dipermasalahin..”
 
Setelah mencurahkan kekesalan kepada adikku, dia memberiku nasehat seperti itu. Ditambah dengan cerita tentang beberapa orang yang disakiti oleh suaminya.
 
Kupikir sebetulnya apa yang dikatakan adikku betul juga. Semestinya aku bersyukur. Banyak perempuan yang suaminya meninggalkannya begitu saja tanpa tanggung jawab dan tanpa nafkah lahir batin, untuk perempuan lain.
 
Namun terkadang aku juga ingin dimanja oleh suamiku. Aku ingin suamiku mengekspresikan rasa cintanya kepadaku. Aku ingin bernostalgia kembali tentang masa-masa pertemuan kami. Tetapi jangankan begitu. Bahkan saat menikah saja suamiku tidak mengunggah foto pernikahan kami di Instagram. Hanya satu kali dia mengunggah fotoku, itu pun dalam pertemuan keluarga.
 
Terkadang kalau sedang begini, aku rindu dengan mantanku saat berkuliah dulu. Mantanku sangat menunjukkan perhatiannya kepadaku. Hanya saja, keluarganya lebih suka bila dia menikah dengan orang yang satu suku dengannya. Kalau saja hal itu tidak terjadi, mungkin kami sekarang sudah menikah.
 

 
Mantanku, Oky, dulu sering sekali menemaniku di manapun aku berada. Dia selalu ada saat aku butuh. Kalau sedang merasa tak dicintai begini, aku sering mencari tahu kehidupannya di media sosial. Dia saat ini sudah bekerja di sebuah perusahaan konstruksi dan ditempatkan di Jawa Timur, tetapi dia belum juga menikah. Aku kadang ingin “gede rasa” dan berharap bahwa Oky begitu karena masih mencintai aku.
 
“Tapi wajar nggak kalau sebagai cewek aku butuh perhatian?”
“Wajar-wajar aja, tapi jangan dibuat jadi masalah besar Teh…”
“Kadang teteh kangen sama Oky..”
Adikku kemudian memandangku, sedikit terbelalak, “Duh Teh, kok masih aja gitu? Lupain lah teh. Udah menikah loh. Jangan sampai kenangan merusak rumah tangga kita.”
 
Mendadak aku merasa menyesal sekali telah berkata begitu. Telah meneruskan kenanganku dan telah berselingkuh sejenak dalam pikiran. Sungguh aku berdosa pada suamiku. 
 
***
Saat suamiku pulang kerja, aku menyiapkan segelas teh hangat. Sambil menunggunya minum, aku duduk di sebelahnya.
 
“Aa, maafin aku yah”
“Kenapa?”
“Nggak apa-apa. Maaf belum jadi istri yang baik.”
“Ah biasa ajalah. Nggak ada masalah apa-apa kok sedih gitu. Semangat lah.”
 
Tidak lama setelah itu, dia beranjak dari tempat duduknya. Tanpa bertanya-tanya lagi kepadaku. Tanpa memelukku atau melakukan sesuatu yang manis. 
 
Terkadang aku ingin sekali dimanja. Apalagi saat sedang hamil begini. Namun permintaanku ini pasti akan sangat dianggap konyol oleh suamiku.
***
Aku membaca cerita tentang seorang selebriti yang saat hamil begitu dimanja oleh sang suami. Saat malam dan ingin makan sesuatu, suaminya selalu siap siaga. Aku ingin suamiku begitu. Namun aku tahu dia tak akan berinisiatif begitu. 
 
Akhirnya pada malam hari, kukatakan dengan gamblang pada suamiku, “Mas, sesekali karena aku hamil, kalau aku malam mau makan, ambilin lah..”
“Naon sih? Katanya kamu mau ngurangin makan, nggak mau gendut, gimana sih?”
“Ya sesekali.”
“Aduh, bingung maunya apa deh kamu? Kalau mau makanan sesuatu, bawa aja sebelum tidur deh. Ribet kalau tengah malam harus bangun-bangun buat ambil makanan.”
 
Entahlah aku yang sensitif karena hamil atau memang apa yang dilakukan suamiku seringkali keterlaluan? Aku ingin menangis tetapi kutahan..demi kesehatan mental bayi dalam kandunganku. Sekali lagi, kuingat-ingat nasehat adikku: masih banyak yang jauh lebih menderita daripada aku. 

Baca kelanjutan Kisah Hawa pada Hari Senin, rabu dan Jumat ya^^ stay tune!

Yuk Download Aplikasi Hawa di Appstore/Google Playstore sekarang juga! Link Download Hawa: https://l.instagram.com/?u=http%3A%2F%2Fbit.ly%2F2v7DA60&e=ATOFQmVR7KHt0zzNk7bUaKXFL7_0TXynC3N-Q_NLr-VyouAmp778hXkXXN7ecPhdb1Tjd4cTIgs0Y6Ca&s=1

ads 7 alt 5b

HAWA SAHABAT TERBAIK WANITA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: