Kisah Roman : “Demi Anak Aku Rela Bejuang” (4/9)

Scroll down to content
Screenshot_12
Akhir-akhir ini suamiku sibuk sekali di kampusnya. Katanya dia mengurusi mahasiswa yang tengah bimbingan dengannya. Sering dia pulang malam dan begitu sampai, dia langsung tertidur. 
 
Sementara itu, kehamilanku sendiri telah mencapai bulan ketujuh. Aku mulai sering merasa lelah sepulang dari kantor. Terkadang usai menyiapkan makanan untuk suami, aku merasa kakiku sangat sakit dan badanku lelah 
 
Beberapa kali aku mengeluhkan hal ini kepada suamiku dan kata dia, aku harus kuat hingga dua bulan lagi, “Perempuan lain juga mengalami yang kayak gini kok.” . Lalu karena ingin bermanja-manja, aku minta untuk dia memijat kakinya. Dia mau melakukannya meskipun dia bilang tidak bisa lama-lama. Aku memakluminya karena dia pagi-pagi harus ke kampus. 
 
Meskipun beberapa waktu lalu aku sempat sebal dengannya, tetapi kupikir hal itu hanya masalah kecil saja dan kupikir aku berlebihan karena sedang hamil besar. Tak ada yang perlu dirisaukan dari suamiku karena dia memang suami yang baik,meskipub memang dia tidak bisa romantis.
 
***
Suamiku ketiduran usai sampai rumah, tanpa sempat membereskan barang-barangnya. Aku bereskan saja dokumen dan tasnya yang berserakan di bawah.
 
Aku pun menemukan di pemberitahuan ponselnya, ada satu panggilan tak terjawab sekitar setengah jam lalu, dari seseorang bernama Dhea. Aku pikir tak ada rekan kerjanya sesama dosen atau kawannya yang bernama Dhea. 
 
Aku ingin sekali mengetahui siapa Dhea, tetapi ponsel suamiku dikunci dengan password dan aku tak tahu apa passwordnya. Aku betul-betul penasaran, tetapi tak tega membangunkan suamiku malam-malam. Kutahan rasa penasaranku hingga keesokan hari.
 
Paginya, aku bertanya pada suamiku.
“Dhea siapa ya A? Kok nggak pernah denger nama itu?”
Suamiku menghentikan aktivitas makannya, “Kenapa ya?”
“Tadi malam aku liat dia misscal di handphonemu. Siapa itu?”
Suamiku kemudian memandangiku tajam. Aku pun merasa curiga.
“Itu mahasiswi bimbinganku. Kamu buka-buka handphoneku?”
“Enggak mas, kan dikunci.”
“Oh.”
“Ya kalau nggak ada apa-apa nggak usah panik kan?”, tanyaku penuh selidik.
“Ya memang nggak panik kok. Udah ah. Mau berangkat dulu.”
Kemudian seperti biasa aku mencium tangannya, dia pun kemudian berangkat, dan tak beberapa lama aku menyusulnya untuk pergi ke kantor.
***
Semenjak saat itu, aku begitu terobsesi dengan nama Dhea. Aku mencari tahu di berbagai media sosial suamiku, apakah ada mahasiswi dengan nama itu. Aku cari tahu juga dari data kemahasiswaan di Internet. Namun sulit menemukan nama itu. Karena bisa saja itu adalah nama panggilan saja bukan?
 
Sungguh semenjak hamil aku memang semakin sensitif. Aku pun merasa galau berkepanjangan. Akhirnya, aku putuskan saja untuk nekat. Bertanya pada rekan kerja suamiku.
 
Aku cukup mengenal dekat salah satu dosen yang mengajar di tempat yang sama dengan suamiku. Namanya Amy, sering kupanggil dia Teh Amy. Dia beberapa tahun di atas suamiku, tetapi dia orang yang cukup menyenangkan untuk diajak bicara.
 
Sebetulnya aku agak malu bertanya seperti ini, lewat telepon pula. Namun aku pikir daripada aku berprasangka buruk dengan suamiku, lebih baik aku tahan saja rasa malu. Toh Teh Amy bukan orang yang rese dan bocor.
 
Jadi aku pun kemudian menelpon Teh Amy. Awalnya basa-basi bertanya kabar saja, bertanya kesibukan. Namun akhirnya aku mengaku kalau tujuanku menelepon adalah memastikan apakah ada mahasiswa dengan nama atau nama panggilan Dhea, yang menjadi mahasiswi bimbingan suamiku.
 
Untungnya, Teh Amy tidak menanyakan mengapa aku bertanya begitu.
 
“Enggak kok. Setau aku dia ngebimbing tiga orang. Cowok semua. Nggak ada juga mahasiswi yang namanya Dhea kok…”
Aku bertanya kembali tetapi dia memastikan bahwa memang tak ada mahasiswi yang bernama Dhea.
 
Tiba-tiba, aku merasa lemas. Entah karena kehamilan, atau karena aku mulai mempertanyakan suamiku sebagai sosok yang ideal.
 
Baca kelanjutan Kisah Hawa pada Hari Senin, rabu dan Jumat ya^^ stay tune!

Yuk Download Aplikasi Hawa di Appstore/Google Playstore sekarang juga! Link Download Hawa: https://l.instagram.com/?u=http%3A%2F%2Fbit.ly%2F2v7DA60&e=ATOFQmVR7KHt0zzNk7bUaKXFL7_0TXynC3N-Q_NLr-VyouAmp778hXkXXN7ecPhdb1Tjd4cTIgs0Y6Ca&s=1

ads 7 alt 5b

HAWA SAHABAT TERBAIK WANITA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: