Kisah Roman : “Demi Anak Aku Rela Berjuang” (6/9)

Scroll down to content
Screenshot_4
Waktu kuliah dulu, Anin memang terkenal sebagai ratu kepo. Bahkan meskipun kami berbeda fakultas, dia tahu sekali data-data teman-teman seangkatanku.
 
“Gini ya. Lo udah screenshot bukti-bukti perselingkuhan si cabe-cabean itu sama suami lo?”
Aku mengangguk
“Nomornya?”
Aku mengiyakan, “Udah ada kok.”
“Jadi, gue bakal cari nih anak kerja di mana. Wait, namanya Anindya Callista Widjaja? Pernah kuliah di kampus laki lo?Pernah bareng kerja di tempat laki lo?”, dia mengetikkan nama di laman Facebook dan Instagram, serta di laman Google. Aku mengernyirkan dahi. Benarkah data-data diri orang bisa ditemukan hanya dari nama panjangnya saja?
 
“Ketemu”, lima menit kemudian Anin berkata begitu seraya menunjukkan padaku data-data perempuan tersebut. Aku terkesiap, “Gila lo ya ratu kepo.”
 
“Anindya Callista WIdjaja alias Dhea. Di kantor lama laki lo dia cuma magang. Sekarang kerja jadi fotografer..”, dia menyebutkan sebuah nama perusahaan rintisan alias start-up, “Kantornya ada di Jakarta Barat. Muke gila laki lo ya. Cantik lo ke mana-mana malah mau sama nenek lampir ga jelas satu ini”
 
Rasanya perih melihat foto perempuan tersebut. Bagiku dia tidak cantik. Namun aku tak tahu mengapa suamiku menyukainya. Aku tak tahu lagi. Entah apa yang ada di benak suamiku.
 
“Kalau lo mau, gue bisa temenin lo ke kantor ni cewe..”
“Terus ngelabrak gitu?”, tanyaku, “Gila nggak eksklusif lah!”
“Ya nggak gitu. Lo temuin aja bosnya. Lo bilang kalau anak buahnya selingkuh. Bisa dilaporin. Atau…lo kirim aja cetakan screenshot percakapan suami lo sama dia.  Ke bosnya. Gue tau nama bosnya, nih ada. Lengkap. Thanks to INternet..”
 
Aku terdiam. Memikirkan ide yang dilontarkan oleh Anin.
 
“Lo kalau diselingkuhin jangan diem aja…. Lo lagi hamil. Lo jangan mau diinjek-injek..”
 
Kupikir, terkadang walau seperti tak punya hati, Anin ada benarnya juga..”
 
Malam ini aku menginap di rumah Anin. Aku tak bisa tidur. Ponsel kumatikan karena aku malas menerima telepon dari suamiku.
 
Jadilah hiburanku hanyalah laptop. Inginku sungguh mencari tahu lebih dalam tentang Dhea. Dulu, dia pernah menjadi mahasiswi magang di kantor suamiku, dan sepertinya pernah berpacaran, kalau dilihat dari kalimatnya. Suamiku sama sekali tak pernah membicarakan anak keparat satu itu. Aku merasa tiba-tiba menyesal karena menikahi seseorang yang ternyata tak kukenal.
 

 
Rasa syukurku berubah menjadi perasaan bersalah. Malu aku kepada orangtuaku. Kalau mereka tahu, mereka pasti akan menyuruhku untuk cerai, begitu pula kakak dan adikku. Namun aku malu, malu karena selama ini kuperlihatkan pada orang-orang bahwa aku begitu beruntung: menikahi lelaki bertanggung jawab dan langsung memiliki anak. Mengingat janin yang kukandung sontak aku menangis. Aku menyesal karena suamiku telah membuat dua orang sekaligus menderita.
 
Perselingkuhan bukan hal yang mudah untuk diselesaikan. Pasalnya bila kepercayaan sudah dirusak, maka tak ada artinya lagi sebuah janji suci pernikahan. Aku pun merasa jadi tumbal. Untuk apa menikahiku bila cintanya hanya untuk perempuan tak tahu diri itu? Karena dia beda agama saja dengan perempuan itu? Atau karena apa?
 
Tiba-tiba, aku membayangkan kembali andai dulu Okky-lah yang kunikahi. Mungkin jadinya tak begini. Aku pun kemudian menjadi rindu padanya. Iseng kubuka-buka media sosial mantan kekasihku itu. Biarkan saja aku selingkuh hati, toh sebelumnya aku sudah diselingkuhi.
 
Okky.. Sepertinya dia bahagia dengan kariernya yang melesat. Dia masih punya raut yang menyenangkan seperti dulu. Dan masih sama, sepertinya dia belum punya kekasih. Aku tiba-tiba merasa ada secercah harapan.
 
Salahkah aku apabila aku merindu Okky, mengharap suamiku dan aku bercerai, dan menikah dengannya?
 
Semenjak menikah dengan suamiku, aku menghapus mantan-mantanku dari daftar pertemanan. Termasuk Okky. Namun kupikir, suamiku sudah mengkhianatiku jadi mengapa aku harus setia?
 
Iseng-iseng kutambahkan kembali Okky sebagai teman di media sosialku. Sebelumnya, aku ubah status hubunganku dari “Married” menjadi “It’s Complicated”. Kuhapus foto-foto bersama suamiku termasuk foto pernikahanku.
Penasaran kelanjutan nya? yuk baca Kisah Bunda Cerdas di Aplikasi Hawa pada Hari Senin, rabu dan Jumat ya^^ stay tune!

Yuk Download Aplikasi Hawa di Appstore/Google Playstore sekarang juga! Link Download Hawa: https://l.instagram.com/?u=http%3A%2F%2Fbit.ly%2F2v7DA60&e=ATOFQmVR7KHt0zzNk7bUaKXFL7_0TXynC3N-Q_NLr-VyouAmp778hXkXXN7ecPhdb1Tjd4cTIgs0Y6Ca&s=1

ads 7 alt 5b

HAWA SAHABAT TERBAIK WANITA INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: