Amankah Minum Jamu untuk Ibu Menyusui? Ini Faktanya, Moms!

Scroll down to content

persalinan-pasca-melahirkan-normal-minum-5-jamu-ini-agar-badan-singset-2-0df46c774dd4ba31cacada9906cde180

Jamu tergolong ke dalam obat tradisional yang diolah dari tumbuh-tumbuhan sehingga menghasilkan sebuah ramuan. Sahabat Hawa dapat mengonsumsi jamu dalam berbagai bentuk, mulai dari jamu cair, pil, atau bubuk.

Jamu telah digunakan oleh berbagai kalangan selama turun-temurun. Sahabat Hawa pasti sudah tidak asing dengan penjual jamu gendong yang berkeliling setiap pagi.

Keamanan Jamu untuk Ibu Menyusui

Keamanan Jamu Ibu Menyusui

Berdasarkan definisi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jamu adalah ramuan yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan dengan berbagai macam sediaan bentuk.

Dengan bermodalkan embel-embel ‘tradisional’ dan ‘alami’, ibu menyusui memilih untuk minum jamu dengan harapan produksi ASI selalu lancar.

Menurut Jurnal SIKLUS tahun 2018, menyebutkan bahwa konsumsi jamu setelah melahirkan dan selama menyusui dinilai tidak membahayakan kesehatan ibu. Bahkan, beberapa bahan yang terkandung dalam komposisi jamu pun diyakini mampu mendukung proses pemulihan tubuh setelah melahirkan, seperti kencur dan temu giring.

Beberapa komposisi jamu juga memicu peningkatan kadar hormon prolaktin untuk mendukung produksi ASI.

Sahabat Hawa juga harus memerhatikan jumlah yang diminum. Mengonsumsi jamu umumnya dianggap aman, namun bisa jadi berbahaya jika melampaui dosis seharusnya.

Manfaat Jamu untuk Ibu Menyusui

Manfaat Jamu Ibu Menyusui

Jamu memiliki banyak manfaat bagi ibu menyusui, tergantung jenis jamu yang Mama minum. Berikut beberapa manfaatnya:

  1. Mengencangkan otot-otot yang kendur.
  2. Memperbanyak produksi ASI.
  3. Melangsingkan tubuh setelah melahirkan.
  4. Melancarkan masa nifas setelah melahirkan.
  5. Menambah nafsu makan bayi.

Ada beberapa aturan untuk konsumsi jamu yang aman saat menyusui, antara lain:

  1. Hindari minum jamu bersamaan dengan konsumsi obat dari dokter. Tujuannya untuk menghindari adanya reaksi tertentu yang berbahaya antara obat dan jamu.
  2. Bagi Mama yang memiliki riwayat penyakit tertentu, hindari untuk minum jamu.
  3. Perhatikan reaksi bayi setelah Mama mengonsumsi jamu. Jika bayi menunjukkan reaksi negatif, seperti diare, kolik, atau lainnya, sebaiknya konsumsi jamu dihentikan. Reaksi tersebut mungkin gejala alergi atau bayi tidak cocok dengan jamu.

Jadi Sahabat Hawa, seberapa seringkah kamu mengonsumsi jamu?

ads 6 alt1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: